Padang – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kini memiliki pemimpin baru. Dokter Syamel Muhammad resmi dilantik sebagai ketua untuk periode 2026–2031.
Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan Simposium Hari Kanker Sedunia 2026 di Hotel Mercure Padang. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyematkan pin sebagai simbol pengukuhan kepada Dokter Syamel Muhammad, menandai dimulainya tugas kepengurusan yang baru.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Aru Wijaksono; Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dokter Rauza Sukmarita; dan ketua YKI Cabang Koordinator Provinsi Sumbar periode sebelumnya, Dokter Ernawati, serta berbagai tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pidatonya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus baru YKI Sumbar. Ia menekankan peran penting YKI sebagai lembaga nirlaba dalam upaya promotif, preventif, dan pendampingan pasien kanker. “Amanah ini bukan tugas yang ringan, namun merupakan tugas mulia karena menyangkut perjuangan kemanusiaan, kepedulian sosial, serta upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan kanker,” ujarnya.
Gubernur Mahyeldi menyoroti bahwa kanker merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia. Data dari Global Cancer Observatory (Globocan) tahun 2022 menunjukkan lebih dari 408 ribu kasus baru dan sekitar 242 ribu kematian akibat kanker. Kanker payudara, leher rahim, paru, kolorektal, dan hati menjadi jenis kanker dengan angka kematian tertinggi.
Menyadari tantangan tersebut, Mahyeldi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan profesi. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari organisasi masyarakat seperti YKI. “Saudara yang dilantik hari ini adalah garda terdepan dalam memastikan setiap langkah kita berkontribusi nyata pada perjuangan melawan kanker,” tegasnya. “Mari kita perkuat kerja sama ini. Pemprov Sumbar berkomitmen mendukung program-program yang sejalan dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.”
Direktur RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dokter Dovy Djanas, menyampaikan bahwa peran YKI adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam perjuangan kemanusiaan melawan kanker. Ia menekankan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan psikologis. “Masih banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut, sehingga terapi menjadi lebih kompleks dan beban yang ditanggung keluarga semakin berat,” ungkapnya.
RSUP Dr. M. Djamil Padang terus berupaya mengembangkan layanan kanker yang komprehensif dan multidisiplin, termasuk penguatan layanan bedah onkologi, kemoterapi, patologi anatomi, serta peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Namun, Dokter Dovy Djanas menegaskan bahwa pelayanan kuratif saja tidak cukup. Upaya promotif dan preventif harus diperkuat melalui edukasi masif dan skrining deteksi dini kanker serviks, kanker payudara, serta jenis kanker lainnya, hingga menjangkau kabupaten dan kota.
Ia juga menilai keberadaan YKI sebagai mitra strategis sangat penting dalam penguatan edukasi berbasis masyarakat, pendampingan pasien melalui program navigasi, dukungan psikososial dan layanan paliatif, serta kolaborasi pengembangan registri kanker daerah dan kegiatan ilmiah berbasis data.
“Keberhasilan penanggulangan kanker tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat dan terapi, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi dan empati,” pungkasnya. “Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan deklarasi komitmen moral bahwa kita tidak akan diam menghadapi kanker. Kita berdiri bersama pasien, keluarga, dan para penyintas.”












