Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berhasil mengaktifkan kembali tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) skala Ibu Kota Kecamatan (IKK) yang telah lama terbengkalai. Langkah ini merupakan bagian dari program prioritas 100 hari kerja Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni dalam percepatan pemenuhan layanan dasar, khususnya akses terhadap air bersih bagi masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dharmasraya, Catur Ebyandri, menjelaskan bahwa seluruh SPAM tersebut sempat tidak berfungsi sejak tahun lalu. Namun, setelah instruksi dari Bupati Annisa, pihaknya langsung menjadikan reaktivasi SPAM sebagai prioritas. “Alhamdulillah, sekarang sudah ada tiga yang menyala. Ini membuktikan komitmen Bupati dan Wakil Bupati untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Tiga unit SPAM yang sudah aktif kembali tersebar di wilayah Sitiung, Sungai Duo, dan Koto Baru. Saat ini, dua di antaranya telah melayani masyarakat secara langsung, sementara SPAM Koto Baru masih dalam tahap pemantauan teknis setelah baru dioperasikan. Dengan berfungsinya tiga unit SPAM ini, ribuan warga mulai merasakan manfaat dari layanan air bersih yang sebelumnya tidak tersedia.

Sementara itu, satu unit SPAM lainnya, yaitu SPAM Batang Mimpi di Sungai Dareh, belum dapat difungsikan karena terkendala daya listrik. Ebyandri menyebut bahwa Pemkab saat ini tengah menanti realisasi kenaikan daya melalui perubahan anggaran agar unit tersebut dapat beroperasi optimal. Apabila keempat SPAM ini aktif sepenuhnya, diperkirakan total rumah tangga yang dapat terlayani mencapai 1.103 unit, tersebar di berbagai wilayah yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Di samping SPAM yang dikelola Pemkab, terdapat satu unit SPAM lainnya yang masih dalam pengelolaan Balai Wilayah Sungai (BWS) V, berlokasi di IKK Pulau Punjung, Intage Pulau Sawah. Perbaikan unit ini, menurut Ebyandri, merupakan hasil lobi intensif yang dilakukan Bupati Annisa di awal masa jabatannya. Jika SPAM ini juga rampung, kebutuhan air bersih masyarakat Dharmasraya akan semakin terjamin, terutama di pusat kabupaten.

Nurlela (52), salah seorang warga Sungai Duo, mengungkapkan rasa syukur atas perubahan yang terjadi. “Sudah lama kami kesulitan air bersih, apalagi di musim kemarau. Alhamdulillah sekarang air sudah masuk ke rumah. Ini sangat membantu kami, seakan mimpi kami akhirnya dijawab pemerintah,” katanya haru.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Annisa menegaskan bahwa air bersih merupakan hak dasar masyarakat dan akan terus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah. “Kita tidak bisa menunggu terlalu lama ketika menyangkut kebutuhan mendasar. Kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bahkan hingga ke rumah mereka,” tegas Annisa.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.