Dharmasraya – Sebanyak 17 sekolah terpencil di Kabupaten Dharmasraya kini dapat mengakses jaringan internet setelah tersambung dengan teknologi satelit Starlink. Terhubungnya sekolah-sekolah di wilayah terpencil ini menjadi kabar gembira dan simbol nyata komitmen pemerintah daerah untuk pemerataan pendidikan, memastikan anak-anak di daerah seperti IX Koto, Asam Jujuhan, atau Timpeh memiliki hak yang sama dalam menikmati pembelajaran digital.

Program ini merupakan bagian dari 100 Hari Kerja Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dan Wakil Bupati Leli Arni. Dengan adanya koneksi internet, aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah tersebut menjadi lebih lancar. "Kami sangat bersyukur. Kini pembelajaran bisa berjalan lebih lancar. Guru bisa akses materi, siswa bisa ikut pelatihan dan ujian online. Ini seperti membuka jendela baru bagi anak-anak kami," tutur Tamrin, S.Pd, Kepala SDN 01 IX Koto, di Dharmasraya.

Di SDN 15 IX Koto, siswa-siswi terlihat antusias belajar menggunakan Chromebook yang sebelumnya tidak dapat difungsikan karena ketiadaan jaringan. Kepala Sekolah SDN 15 IX Koto, M. Yusuf, menyampaikan bahwa dengan internet, mereka kini bisa mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang sebelumnya hanya bisa dilihat dari jauh. "Internet ini bukan hanya alat bantu, tapi semangat baru bagi kami di pedalaman," ujarnya di Dharmasraya.

Starlink Solusi Keterbatasan Sinyal

Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, menjelaskan bahwa teknologi Starlink dipilih karena kemampuannya menjangkau wilayah tanpa sinyal seluler dan kabel optik. Pemilihan 17 sekolah penerima internet satelit ini didasarkan pada pemetaan menyeluruh terhadap area blank spot di Dharmasraya. "Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak di Dharmasraya yang tertinggal hanya karena masalah sinyal. Dengan Starlink, semua bisa terjangkau," jelas Bobby di Dharmasraya.

Bobby menambahkan, tidak hanya perangkat yang dipasang, biaya langganan internet juga ditanggung untuk beberapa bulan awal sehingga guru dan siswa dapat langsung memanfaatkannya tanpa menunggu proses penganggaran baru.

Kegembiraan di Asam Jujuhan

Sambutan positif juga datang dari sekolah-sekolah di Asam Jujuhan. Tomi Junaidy, Kepala SDN 02 Asam Jujuhan, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati. "Terima kasih Ibu Bupati. Anak-anak kami kini belajar sambil terhubung ke dunia luar. Mereka bisa akses video pembelajaran, ikut kuis online, dan ikut perkembangan teknologi," katanya di Asam Jujuhan.

Serupa dengan itu, Kepala Sekolah SDN 05 Asam Jujuhan, Neldi, mengingat betul kondisi jaringan di daerahnya sebelumnya. "Sinyal di sini dulu benar-benar mati total. Sekarang kami seperti hidup kembali secara digital. Terima kasih atas perhatian pemerintah daerah yang luar biasa ini," ungkap Neldi di Asam Jujuhan.

Langkah Lanjut: Kolaborasi dengan Ruangguru

Bobby Perdana Riza juga menyampaikan bahwa koneksi internet ini bukan titik akhir, melainkan pijakan awal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran digital di Dharmasraya. Dinas Pendidikan berencana menjalin kerja sama dengan platform edukasi nasional, Ruangguru. "Kami akan menggandeng Ruangguru agar siswa-siswa di daerah terpencil dapat mengakses pembelajaran tambahan, try out berbasis aplikasi, hingga video pembelajaran yang sesuai kurikulum. Dengan internet yang sudah tersedia, kolaborasi ini menjadi sangat memungkinkan," terang Bobby di Dharmasraya.

Rencana kolaborasi tersebut disambut antusias oleh para guru dan kepala sekolah, karena selain mendukung siswa, kerja sama ini juga akan membuka peluang pelatihan daring bagi guru-guru di pelosok agar lebih siap menghadapi tuntutan era digital.

Bupati Annisa Suci Ramadhani menyatakan bahwa program ini merupakan awal dari perjuangan panjang menuju keadilan pendidikan. Ia selalu menekankan bahwa setiap anak Dharmasraya berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang setara, tanpa melihat lokasi geografis. Dengan internet yang kini menyala di sekolah-sekolah terpencil, anak-anak memiliki peluang baru untuk membuka masa depan, bukan sekadar membuka Google atau YouTube. “Karena setiap anak berhak terhubung dengan dunia, dari mana pun mereka berasal,” begitu semangat yang mengalir dari Dharmasraya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.