Padang – Yayasan Ibnu Abbas Caine resmi berdiri di Kota Padang, Sabtu (28/9/2025). Yayasan ini akan fokus pada pengembangan kajian hukum keperdataan dan kenotariatan.
Lembaga ini bertujuan menjadi wadah diskusi bagi akademisi, praktisi hukum, notaris, dan masyarakat.
Sekretaris Yayasan, Ruri Meuthia, menyatakan program awal akan fokus pada kajian hukum kenotariatan. “Perkembangan hukum keperdataan sangat dinamis, kita butuh lembaga yang rutin menggelar kajian,” ujarnya.
Yayasan ini mewujudkan cita-cita almarhum Muhammad Ishaq, mantan Ketua Pengwil INI Sumbar, yang menginginkan lembaga kajian ilmiah bagi notaris.
Yayasan Ibnu Abbas Caine diproyeksikan menjadi pusat studi kenotariatan di Sumatera Barat. Peningkatan kualitas SDM di bidang hukum keperdataan, khususnya notaris, menjadi fokus utama.
Peluncuran yayasan ditandai dengan penyerahan SK Kementerian Hukum. Merry Roswita, istri almarhum Muhammad Ishaq, mendirikan yayasan ini untuk mewarisi cita-cita suaminya.
Acara peluncuran juga diisi dengan kegiatan Notaire Series, membahas sosialisasi Permenkum Nomor 16 Tahun 2025 tentang pelaporan wasiat. Beatrix Benni menjadi narasumber utama.
Kehadiran yayasan ini diharapkan dapat melahirkan generasi notaris yang lebih kompeten dan berintegritas di Sumatera Barat.











