Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga di bawah 1 persen pada tahun 2025. Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) mengumumkan target ambisius ini.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menegaskan komitmen tersebut dalam rapat koordinasi. Ia menyebut kemiskinan ekstrem sebagai isu global yang memerlukan respons lokal.
Pemko Bukittinggi akan fokus pada tiga pilar utama. Pilar tersebut meliputi penguatan data, perlindungan sosial tepat sasaran, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kota ini bisa menuju di bawah 1 persen tingkat kemiskinan di tahun 2025, jika kita bekerja bersama-sama,” ujar Ibnu Asis.
Penguatan data menjadi fondasi utama program. Data yang akurat dan valid akan menjadi dasar program yang efektif.
Pemerintah kota juga mengupayakan perlindungan sosial yang inklusif. Bantuan akan dipastikan sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi fokus utama. Pemko akan memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Ibnu Asis optimis target ini dapat tercapai dengan kolaborasi. Ia berharap TKPK menjadi wadah aktif dalam merancang program pengentasan kemiskinan.
Pemko Bukittinggi berpacu dengan target pusat. Pemerintah pusat menargetkan penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 1% pada 2026.











