Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana melanjutkan divestasi jalan tol lainnya setelah menyelesaikan penjualan saham di PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), pengelola Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.

Pada 28 November 2025, Waskita Karya telah melepas kepemilikan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung kepada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), senilai Rp 3,28 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, menyatakan bahwa divestasi jalan tol merupakan strategi penguatan keuangan perusahaan.

“Ke depannya, perseroan akan terus melakukan divestasi jalan tol lainnya, sebagai salah satu strategi penguatan keuangan perusahaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Pada tahun 2024, Waskita Karya juga telah mendivestasikan 25 persen saham PT Trans Jabar Tol (TJT) kepada PT SMI.

Hanugroho menambahkan, divestasi Jalan Tol Cimanggis-Cibitung adalah bagian dari komitmen perusahaan kepada kreditur dan pemenuhan Master Restructuring Agreement (MRA) yang efektif sejak Oktober 2024.

Divestasi jalan tol menjadi bagian penting dari strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis Waskita Karya untuk menyehatkan keuangan dan memenuhi kebutuhan pendanaan strategis.

“Waskita Karya akan terus menjaga stabilitas keuangan serta melakukan divestasi jalan tol. Perseroan juga fokus mengembalikan core business (bisnis inti) sebagai perusahaan konstruksi yang membangun gedung, infrastruktur air, jalan, dan jembatan,” kata Hanugroho.

Dana hasil divestasi akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditur, meningkatkan likuiditas, dan memperkuat arus kas operasional perusahaan. Dengan demikian, Waskita Karya dapat menata kembali portofolio asetnya.

Sebelumnya, komposisi saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung terdiri dari 55 persen milik PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), 10 persen PT Bakrie Toll Indonesia, dan 35 persen anak usaha Waskita Karya, WTR.

Dalam 10 tahun terakhir, melalui grup usaha WTR, Waskita Karya telah berinvestasi pada 18 ruas jalan tol, termasuk Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Sembilan di antaranya telah didivestasi sejak 2019. Kontribusi Waskita Karya mencapai lebih dari 1.000 kilometer dari total 3.000 kilometer jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Hanugroho menekankan pentingnya proyek jalan tol bagi masyarakat karena efek penggandanya yang luas, termasuk konektivitas antardaerah, potensi pertumbuhan ekonomi baru, dan penciptaan lapangan kerja.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.