Padang – Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) tetap menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang didukung oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar. Kegiatan ini didanai melalui APBD Provinsi Sumbar tahun 2025.
Sebanyak 22 wartawan anggota PWI Sumbar berpartisipasi dalam UKW yang dimulai pada 3 Desember di Edotel Hotel, SMK N 9 Padang. Semangat para peserta terlihat dari persiapan yang mereka lakukan sejak pagi. Salah seorang peserta dari Solok Selatan, Hendrivon, mengungkapkan bahwa ia memanfaatkan waktu untuk mempelajari Undang-Undang Pokok Pers sebagai bekal menghadapi ujian. “Dibaca-baca juga undang-undang pokok pers ini, mana tahu ditanya nanti waktu ujian,” ujarnya.
Pelaksanaan UKW ini sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 29 hingga 30 November, namun terpaksa ditunda akibat puncak bencana hidrometeorologi yang menyebabkan banjir besar.
Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta yang telah berjuang untuk mencapai lokasi UKW. “UKW kali ini adalah UKW istimewa, karena perjuangan peserta untuk sampai ke Padang ini cukup berat, menyusul musibah banjir yang sudah sama-sama kita ketahui,” ujarnya saat membuka acara. Ia menambahkan bahwa perjuangan tersebut akan menjadi pertimbangan tambahan bagi penguji, namun kompetensi tetap menjadi prioritas utama. “Atas perjuangan itu kami apresiasi, ini tentu menjadi catatan dan nilai plus oleh penguji, tapi kalau yang parah nilainya, jangan diluluskan pula,” tegasnya.
Sekretaris Dinas Kominfo, Oni Fajar Syahdi, yang mewakili Kadiskominfotik Rudy Rinaldi, menekankan pentingnya peran wartawan yang kompeten dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang, terutama dalam situasi bencana. “Momentum UKW tahun ini terasa sangat relevan dan mendesak, terutama melihat dinamika Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir, terutama menyangkut berita bencana hidrometeorologi, kehadiran pers dibutuhkan untuk menyampaikan informasi secara cepat akurat, empatik untuk keselamatan publik,” jelasnya.
“Saya tahu untuk menjadi peserta UWK ini banyak sekali syarat administrasinya, karena ini untuk menjadi kompeten,” imbuh Oni.
Linda Sari, peserta dari Bukittinggi yang mengikuti UKW tingkat Utama, menceritakan pengalamannya menempuh perjalanan selama tujuh jam dari Bukittinggi ke Padang melalui Kabupaten Solok. “Saya dari Bukittinggi, hari Senin tanggal 1 Desember sudah bergerak ke Padang melalui kabupaten Solok, butuh waktu 7 jam dari Bukittinggi ke Padang,” ungkapnya. Senada dengan itu, Hendrivon menambahkan, “Karena musibah banjir, untuk sampai ke Padang memerlukan perjuangan berat, oto sarik, jalur jalan tak pasti sebab jalan Sitinjau Lawik ini kondisinya tak bisa dipastikan, tapi Alhamdulillah saya sampai sore kemaren di hotel setelah hampir 6 jam diperjalanan”.
Tim penguji UKW terdiri dari Khairul Jasmi dari PWI Pusat, Sawir Pribadi dari PWI Sumbar, serta Amril Jambak dan Syam Irfandi dari PWI Riau. Sri Darmi juga turut hadir sebagai penguji pendamping yang sedang menjalani magang.
UKW ini berlangsung selama dua hari dengan serangkaian sesi penilaian. Peserta yang berhasil lulus akan menerima sertifikat kompetensi sebagai bukti pengakuan atas profesionalisme mereka di bidang jurnalistik.











