Bukittinggi – Warga menggembok SMAN 5 Bukittinggi pada Senin (14/7) sebagai bentuk protes terhadap banyaknya siswa yang tidak lolos seleksi masuk. Aksi ini mengganggu kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru.

Akibat aksi tersebut, siswa dan guru tidak bisa memasuki sekolah yang terletak di Jalan Koto Selayan, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS).

Sutan Rajo Bujang, pengurus Parik Pagak Rang Kurai Bukittinggi, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebutkan, setidaknya 35 anak di zona SMAN 5 Bukittinggi tidak lulus seleksi.

“Kami menuntut hak kami karena tanggung jawab pendidikan adalah tugas pemerintah,” tegas Sutan Rajo Bujang. Ia berharap pemerintah daerah dapat menerima siswa yang tidak lulus di SMAN 5 Bukittinggi.

Sutan Rajo Bujang juga menyinggung sejarah pendirian sekolah di atas tanah ulayat. Menurutnya, warga sekitar seharusnya menjadi prioritas.

Ia mengancam akan menutup seluruh SMAN di Kota Bukittinggi jika tidak ada solusi.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi dari Kepala SMAN 5 Bukittinggi maupun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumbar terkait aksi tersebut.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.