Painan – Aksi blokir jalan menuju PT Incasi Raya Grup oleh masyarakat Indrapura, Kecamatan Pancungsoal dan Air Pura berlanjut hingga Selasa (28/10/2025), setelah aksi damai yang digelar Senin (27/10/2025) tidak membuahkan hasil.

Pemblokiran jalan dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk membuat parit di ruas jalan menuju pabrik Incasi Raya Grup. Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan masih belum dapat dilalui.

Juru bicara masyarakat, Lucky Andesco, Erwin, dan Afriadi, menuntut agar pimpinan PT. Incasi Raya Group segera merealisasikan kewajiban penyediaan kebun plasma 20 persen untuk masyarakat Indrapura.

“Kita mintak pimpinan PT. Incasi Raya bisa menunjukan mana lokasi kebun plasma 20 persen itu,” ungkap Lucky Andesco pada Senin (27/10/2025). Mereka berpendapat bahwa 20 persen kebun plasma adalah hak masyarakat Inderapura yang wajib dipenuhi oleh perusahaan.

Pimpinan PT Incasi Raya Group Pesisir Selatan, Adril, menyatakan bahwa perusahaan membutuhkan waktu dua minggu untuk memberikan jawaban atas tuntutan tersebut.

Masyarakat Indrapura merasa tidak puas dengan jawaban manajemen PT Incasi Raya Group dan langsung meninggalkan ruang rapat pada Senin (27/10/2025). Selang beberapa waktu, masyarakat secara bersama-sama memblokir akses jalan PT Incasi Raya Group di Simpang Tiga Jalan Baru milik masyarakat Indrapura, dan aksi ini akan berlangsung sampai waktu yang tidak ditentukan.

Pantauan hingga Selasa (28/10/2025), akses jalan yang diblokir warga masih dalam kondisi yang sama, dan tidak terlihat adanya aktivitas kendaraan pabrik dari Simpang Tiga Jalan Baru.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.