New York – Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Selasa (16/12/2025), seiring investor mencerna data ekonomi AS yang mendingin. Hal ini memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed) tahun depan.
Pada bel pembukaan, Dow Jones Industrial Average turun 36,4 poin atau 0,08% ke level 48.380,17. S&P 500 juga melemah 16,4 poin atau 0,24% ke level 6.800,12. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 75,6 poin atau 0,33% ke level 22.981,819.
Melemahnya Wall Street dipicu oleh data tingkat pengangguran yang mencapai 4,6% pada November. Pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan perdagangan yang agresif dari Presiden Donald Trump.
“Ketika tingkat pengangguran naik seperti ini, hal itu memang memicu potensi penurunan suku bunga yang berkelanjutan. Tetapi seperti yang telah kita lihat di masa lalu, ini bukanlah tren yang konsisten,” ujar Peter Andersen, pendiri Andersen Capital Management.
Data tersebut memberikan kejelasan lebih kepada investor tentang kondisi pasar tenaga kerja setelah penutupan (shutdown) pemerintah baru-baru ini yang menghilangkan angka resmi bagi investor dan The Fed.
Para pembuat kebijakan secara luas mengakui tanda-tanda melemahnya pasar kerja ketika bank sentral menurunkan suku bunga minggu lalu.
Investor meningkatkan ekspektasi untuk penurunan suku bunga tahun depan. Data yang dikumpulkan oleh LSEG menunjukkan perkiraan penurunan setidaknya 58 basis poin, lebih tinggi dari 25 bps yang diisyaratkan oleh bank sentral minggu lalu.
Dari sisi inflasi, pendapatan rata-rata naik lebih rendah dari perkiraan, yaitu 0,1% secara bulanan. Laporan terpisah yang tertunda menunjukkan penjualan ritel pada bulan Oktober tidak berubah.
“Sekarang kita melihat beberapa perbedaan pendapat di komite Fed… dan sekarang ada fokus yang cukup besar pada siapa yang akan memimpin Fed. Jadi saat ini Fed sangat teralihkan perhatiannya, dan saya rasa tidak akan ada keputusan besar sampai semua itu terselesaikan.”
Pada sesi sebelumnya, indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah. Nasdaq yang didominasi saham teknologi mencapai titik terendah dalam tiga minggu, karena ketidakpastian mengenai penurunan suku bunga dan kekhawatiran tentang valuasi teknologi yang tinggi mengguncang investor. Mereka juga mempertimbangkan laporan tentang perkembangan seputar pemilihan calon ketua Fed.
Para pedagang juga beralih ke sektor-sektor seperti perawatan kesehatan dan perbankan, yang telah mengungguli indeks acuan S&P 500 secara kuartalan.
Indeks Russell 2000, yang melacak saham-saham berkapitalisasi kecil yang sensitif terhadap suku bunga, bersama dengan Dow Jones yang didominasi saham-saham unggulan juga telah mengalami kenaikan yang signifikan selama tiga bulan terakhir.
Saham B. Riley melonjak 27,2% dalam perdagangan pre market, setelah bank investasi tersebut melaporkan laba untuk kuartal kedua, dibandingkan dengan kerugian tahun lalu dalam laporan triwulanan yang terlambat.
Saham Accenture naik 3,2% setelah Morgan Stanley menaikkan peringkat perusahaan konsultan TI tersebut menjadi overweight dari equal weight.
Saham Humana mengalami penurunan 3,6% setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut mengumumkan perubahan kepemimpinan.











