KOTA SOLOK – Pemko Solok di bawah kepemimpinan Walikota Ramadhani Kirana Putra dan Wakil Wakil Walikota Suryadi Nurdal tidak berhenti menunjukan kepedulian terhadap masyarakanya melalui program-program yang bersifat pro terhadap masyarakat.

Sukses dengan terealisasinya program gratis air bersih untuk tempat ibadah, mushalla dan masjid dalam waktu 100 hari kerja, Ramadhani dan Suryadi kembali menuai pujian masyarakat dengan merealisasikan program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan/berisiko.

Program ini masuk dalam daftar 20 program andalan yang sebelumnya menjadi janji kampaye duet dari politisi muda partai NasDem dan birokrat senior di lingkungan Balaikota Solok tersebut.

Gerak cepat Dhani – Suryadi inipun menuai decak kagum masyarakat yang dipimpinnya tidak terkecuali masyarakat yang sebelumnya menjadi pendukung rival saat bertarung di pilkada beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui Ramadhani Kirana Putra dan Suryadi Nurdal resmi dilantik 20 Februari 2025. Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Solok periode 2025 – 2030 dilaksanakan di Istana Merdeka. Prosesi pelantikan bersamaan dengan sejumlah kepala daerah di Indonesia lansung dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Pelantikan fenomenal yang baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah. Sebelumnya pelantikan bupati dan walikota hanya diselesaikan setingkat gubernur.

Ramadhani Kirana Putra kepada media ini mengatakan program BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan bagi pekerja rentan penerima upah merupakan program andalan yang diwujudkan berangkat dari 20 janji kampaye Dhani – Suryadi.

Tahun ini, sebanyak 2.260 pekerja rentan penerima upah yang didukung data kependudukan Kota Solok masuk dalam daftar peserta BPJS Ketenagakerjaan yang biayanya ditanggung APBD 2025. Menurutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal tersebut setiap tahun akan dimaksimalkan tahun ketahun dengan target pekerja rentan penerima upah tak ada yang tak terlindungi.

“Tahun depan kami menargetkan penambahan dua kali lipat dari angka sebelumnya dengan pertambahan 4.000 perserta baru, ” terangnya.

Dhani menjelaskan, memberikan perlindungan bagi pekerja rentan merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebagai upaya daerah dalam memberikan jaminan agar warganya jauh dari kemiskinan.

” Seorang ayah yang sakit yang tak bisa lagi bekerja atau meninggal dunia akan berdampak serius terhadap dapur rumah tangga, ancaman putus sekolah anak dan sebagainya. Namun dengan adanya keikutsertaan pekerja rentan/ beresiko sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hal – hal yang tak diinginkan tidak akan terjadi dengan adanya uang santunan yang diterima oleh keluarga peseta untuk melanjutkan kehidupan, ” ucap Dhani.

Dijelaskannya, peluncuran perdana program dibulan maret lalu, telah menyentuh pekerja Informal luar rumah seperti Imam masjid, garin, LPMK, RT/RW yang beliau sebut sebagai pekerja Fisabilillah yang layak mendapat perhatian. Kemudian lanjut Dhani, progran andalannya itu juga telah menyentuh pekerja buruh tani, buruh bangunan, pedagang kaki lima dan tukang ojek.

Amril (52) yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek konvesional mengaku bersyukur menjadi bagian dari program tersebut. Menurut warga Nan Balimo yang akrab disapa Uwo sebelumnya ada rasa ketakutan dalam menjalankan roda kehidupan diusia yang terus bertambah sementara penghasilan hari – hari yang didapatnya tidak jelas, namun dengan adanya kepedulian daerah tersebut hati nya sedikit tenang. (*)

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.