Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi terus berupaya melestarikan dan memperkuat nilai-nilai budaya Minangkabau melalui dukungan terhadap organisasi kemasyarakatan. Sebagai bagian dari upaya ini, Ikatan Keluarga Tanjung Raya (IKTR) Kota Bukittinggi dan Sekitarnya telah mengukuhkan pengurus baru untuk periode 2026-2030. Acara pengukuhan tersebut diselenggarakan di Aula Istana Bung Hatta pada Minggu (25/1), dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang juga didaulat sebagai Pembina IKTR, memberikan apresiasi atas kontribusi organisasi tersebut selama ini. Ia menyatakan bahwa IKTR bukanlah organisasi baru, melainkan sebuah paguyuban yang telah lama berkiprah dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran IKTR dalam menghadapi kondisi daerah yang rentan terhadap bencana serta dalam memberikan dampak sosial yang positif.

Dalam sambutannya, Ramlan juga menyinggung mengenai upaya Pemerintah Kota Bukittinggi untuk memperoleh status Daerah Istimewa. Ia menjelaskan bahwa tujuan dari upaya ini bukan hanya untuk meningkatkan Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi lebih pada penguatan jati diri dan nilai-nilai budaya Minangkabau. “Dalam membangun kota ini, diperlukan kebersamaan dan saling bahu-membahu. Di sinilah peran IKTR dibutuhkan,” ujarnya.

Ketua IKTR Kota Bukittinggi yang baru terpilih, Dekha Datuak Parpatiah, menyampaikan komitmennya untuk mengajak seluruh anggota IKTR agar terus menjaga kebersamaan dan melestarikan nilai-nilai budaya. “Seluruh warga IKTR harus saling bahu-membahu, menjaga budaya, dan menjadikan organisasi ini lebih bermanfaat bagi masyarakat serta bermartabat dalam keberadaannya,” tegasnya. Ia juga menegaskan bahwa IKTR siap mendukung dan membantu Pemerintah Kota Bukittinggi dalam berbagai bidang sosial dan kemasyarakatan.

Sebagai wujud komitmen tersebut, IKTR telah memberikan kontribusi dalam penanggulangan bencana, salah satunya dengan menyalurkan bantuan beras sebanyak 1,3 ton. Saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 4.500 Kepala Keluarga (KK) yang tergabung dalam IKTR Kota Bukittinggi.

Ketua Dewan Pembina IKTR, Edison Khatib Basa, mengajak seluruh pengurus dan anggota IKTR untuk terus memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi. Ia berharap kepemimpinan ketua umum yang baru dapat mengajak seluruh warga IKTR di Bukittinggi dan sekitarnya untuk bersatu dan tidak membeda-bedakan. “Kami yakin dan percaya dengan kepemimpinan ketua umum yang baru akan mampu mengajak warga IKTR di Bukittinggi sekitarnya tanpa kecuali dan tidak membedakan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan serta menghindari masalah hukum dan kriminalitas. “Mari kita jauhkan perbedaan dan pertikaian. Kita pererat persatuan dan kesatuan serta memberikan pemikiran. Jangan sekali-kali ada anggota IKTR yang tersandung masalah hukum dan kriminal lainnya,” tegasnya.

Dekha Datuak Perpatiah terpilih sebagai Ketua IKTR Kota Bukittinggi periode 2026-2030 melalui Musyawarah Besar (Mubes) IKTR yang dilaksanakan pada 16 November 2025 di aula Balai Kota Bukittinggi. Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh perwakilan Bupati Agam, anggota DPRD Agam dan Bukittinggi, Camat Tanjung Raya, Wali Nagari Salingka Danau, serta undangan lainnya. Acara ini menyoroti pentingnya peran IKTR dalam mempererat silaturahmi serta memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah, sekaligus menjaga nama baik daerah dan organisasi.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.