Padang – Pemerintah Kota Padang tengah berupaya memulihkan pasokan air bersih bagi warganya pasca-banjir bandang yang melanda November 2025 lalu. Upaya ini menjadi fokus utama setelah peresmian hunian sementara bagi korban banjir di Kampung Talang, Kecamatan Pauh, Senin (26/1/2026).

Menurut keterangan, Perumda Air Minum (Perumda) Kota Padang telah berhasil mengaktifkan kembali hampir seluruh jalur distribusi air bersih. “Hari ini 99 persen jalur distribusi PDAM sudah aktif,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa 12 intake telah berfungsi kembali dan pembangunan pipa baru sepanjang 800 meter telah diselesaikan. Meskipun tekanan air belum sepenuhnya normal, sekitar 98 persen rumah tangga telah kembali teraliri air.

Penanganan bencana ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri. “Banyak informasi di luar yang menyebut copot ini, copot itu. Perlu saya sampaikan, persoalan ini kita pikul bersama. Walaupun statusnya bukan bencana nasional, penanganannya dilakukan secara nasional,” tegasnya, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi dampak bencana.

Kekeringan yang terjadi tidak hanya memengaruhi sistem Perumda, tetapi juga sumur-sumur milik warga. Hal ini disebabkan oleh kerusakan jaringan irigasi dan perubahan alur air akibat banjir bandang. “Kondisi ini tidak hanya dialami PDAM. Sumur masyarakat juga kering karena saluran irigasi rusak akibat banjir bandang,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka menengah, Pemerintah Kota Padang berencana memasang ratusan pompa air, memperbaiki saluran irigasi, merehabilitasi bendungan, serta membangun sumur bor di wilayah yang rawan kekeringan. Sementara itu, suplai air bersih dari intake Perumda akan terus dilakukan sebagai langkah jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. “Langkah ini kita lakukan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi sampai kondisi benar-benar pulih,” katanya.

Usai peresmian hunian sementara, dilakukan peninjauan pengerjaan pengerukan sedimen di Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh. Bendungan tersebut mengalami pendangkalan dan kerusakan akibat bencana hidrometeorologi. Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan dampak kekeringan. “Kita ingin persoalan kekeringan ini segera teratasi. Karena itu, pengerjaan tanggap darurat kita lakukan bersama pemerintah provinsi dan balai terkait, agar distribusi air kembali normal, mengairi sawah-sawah masyarakat, serta sumur-sumur warga dapat terisi kembali,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.