Padang – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penambangan emas ilegal (PETI) di Kabupaten Pasaman Barat yang terekam dalam video siaran langsung di TikTok. Desakan ini muncul sebagai respons terhadap aktivitas yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
Staf Divisi Kajian, Kampanye, dan Monitoring WALHI Sumbar, Tommy Adam, Kamis (13/11/2025) mengatakan, video tersebut harus menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk membongkar praktik tambang ilegal. “Penegak hukum harus menelusuri video tersebut dan membuktikan apakah benar aktivitas yang dilakukan merupakan penambangan emas ilegal. Jika terbukti, jangan berhenti hanya pada pekerja atau operator alat, tapi tangkap juga pemodal, pembeking, serta pemilik atau penguasa lahan,” tegasnya.
Tommy menambahkan, praktik tambang ilegal di Sumatera Barat, khususnya di Pasaman Barat, telah lama berlangsung dan terkesan dibiarkan. Ia menilai lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah menjadi salah satu faktor utama maraknya aktivitas ilegal tersebut.
Menurutnya, pemerintah pusat juga memiliki tanggung jawab dalam hal ini. “Pemerintah pusat juga harus memberikan sanksi kepada pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, karena telah lalai dan abai dalam melakukan pengawasan terhadap wilayahnya,” ujarnya Kamis (13/11/2025).
Tommy juga mengkritik pendekatan penanganan tambang emas ilegal yang selama ini dianggap seremonial dan hanya bersifat pencitraan. Ia berpendapat bahwa penegakan hukum yang tidak menyentuh akar persoalan hanya akan memicu aktivitas serupa untuk terus berulang.
“Pemerintah harus menghentikan kebijakan dan tindakan gimmick dalam menanggapi isu tambang ilegal. Penindakan harus menyeluruh dan menyentuh struktur kekuasaan ekonomi di balik kegiatan PETI,” pungkasnya Kamis (13/11/2025).
WALHI Sumbar berharap agar aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan transparan dalam menindak pelaku serta jaringan yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal yang semakin merajalela di Sumatera Barat.











