Tapanuli Tengah – Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo menyoroti kondisi pascabencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Dedi mengungkap masih ada enam dusun yang terisolasi total akibat keterbatasan sarana, Sabtu, 27 Desember 2025.
Menurut Dedi, akses ke dusun-dusun tersebut hanya bisa dilalui menggunakan motor trail atau jalan kaki. Ia menjelaskan, keterbatasan sarana operasional kepolisian setempat menghambat optimalnya penyaluran bantuan.
Untuk mengatasi isolasi tersebut, Polri akan mengerahkan lima alat berat jenis ekskavator guna membantu membuka akses.
Saat ini, 150 personel Brigade Mobil (Brimob) sudah dikerahkan untuk membantu pemulihan bencana di lokasi. Selain itu, ada 1.500 personel cadangan yang siap diperbantukan jika diperlukan.
Personel cadangan tersebut juga disiapkan untuk memperkuat penanganan bencana di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Mereka juga dapat diperbantukan di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Penguatan personel ini direncanakan berlanjut hingga Januari dan Februari 2026, menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.
Sebelumnya, Dedi telah mengunjungi lokasi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Di sana, Dedi juga menyoroti beberapa kebutuhan pengungsi yang belum terpenuhi. Menurutnya, Polri bersama sejumlah instansi lain secara bertahap akan membantu pemenuhan kebutuhan warga di pengungsian.










