Padang Panjang – Antisipasi lonjakan volume kendaraan, Kepolisian Daerah Sumatera Barat menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah di jalur utama Padang-Bukittinggi yang melewati Padang Panjang. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mencegah terjadinya kemacetan parah.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Dirlantas Polda Sumbar, penerapan sistem satu arah ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 22 hingga 24 Maret 2026. “Peningkatan volume kendaraan pada waktu tertentu membuat rekayasa lalu lintas perlu diterapkan agar tidak terjadi kemacetan panjang di jalur tersebut,” jelasnya pada Senin.

Sistem satu arah dari Padang menuju Bukittinggi akan diberlakukan mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB, dengan titik awal di Simpang Tiga Sicincin dan berakhir di Simpang Padang Luar Padang Panjang. Selama periode tersebut, kendaraan hanya diperbolehkan melaju dari arah Padang menuju Bukittinggi melalui jalur Padang Panjang.

Setelah pukul 14.00 WIB, skema lalu lintas akan diubah untuk mengakomodasi arus balik dari Bukittinggi menuju Padang. Sistem satu arah untuk arus balik ini akan berlaku dari pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB, dimulai dari Simpang Padang Luar Padang Panjang menuju Simpang Tiga Sicincin.

Dirlantas mengimbau kepada seluruh pengendara untuk mencermati jadwal pemberlakuan sistem satu arah sebelum melakukan perjalanan di jalur tersebut. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa petugas kepolisian akan disiagakan di titik-titik strategis untuk memastikan kelancaran pengaturan lalu lintas. “Petugas akan disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan pengaturan lalu lintas berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Lebih lanjut, pengendara diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan ketertiban selama perjalanan. Masyarakat juga disarankan untuk mengatur waktu keberangkatan agar terhindar dari kepadatan kendaraan selama pemberlakuan sistem satu arah.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan arus kendaraan di jalur Padang–Padang Panjang–Bukittinggi dapat berjalan lebih lancar dan potensi kemacetan dapat diminimalisir, sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih nyaman dan efisien.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.