Lima Puluh Kota – Petani kakao di Nagari Taram, Lima Puluh Kota, kini dapat meningkatkan kualitas panen dengan inovasi Smartbox Fermentasi. Alat ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian fermentasi secara real-time melalui smartphone.

Teknologi ini dikembangkan oleh Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang melalui program pengabdian masyarakat “Cocoa Fermentech”.

Inovasi ini menargetkan peningkatan mutu biji kakao fermentasi hingga 70 persen. Peningkatan kualitas diharapkan berdampak pada pendapatan petani dan akses pasar yang lebih luas.

Ketua Kelompok Tani Taram Sejahtera, Darwin, menyambut baik kehadiran Smartbox. Ia meyakini alat ini dapat meningkatkan harga jual kakao.

Program “Cocoa Fermentech” tidak hanya menyediakan alat, tetapi juga pelatihan teknis dan pendampingan manajemen usaha tani. Petani didorong untuk membentuk kelembagaan usaha bersama.

Ketua tim pengabdian, Dr. Syafrijon, menekankan pentingnya penguatan manajerial dan keberlanjutan usaha petani kakao.

Program ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Ditjen Diktiristek. Inovasi ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Smartbox Fermentasi diharapkan menjadi awal transformasi digital sektor pertanian kakao di Sumatera Barat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.