Painan – Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan solusi inovatif bagi petani di Nagari Asam Kamba, Kecamatan Bayang, dengan menyerahkan mesin penggiling kotoran kambing (kohe). Mesin ini akan membantu petani memproduksi pupuk organik secara efisien.

Mesin penggiling kohe ini merupakan hasil inovasi dari laboratorium teknik mesin UNP.

Tim LP2M UNP menyerahkan mesin tersebut pada Sabtu (6/9) lalu.

Ketua tim pengabdian, Eko Indrawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi petani dalam mengolah limbah peternakan.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi petani dalam mengolah limbah peternakan menjadi pupuk organik bernilai guna tinggi,” kata Eko.

Selain menyerahkan mesin, tim LP2M UNP juga memberikan pelatihan teknis tentang penggunaan dan perawatan mesin kepada para petani.

Petani juga mendapatkan pendampingan manajemen produksi pupuk organik, serta pembekalan mengenai strategi pengembangan usaha dan pemasaran produk.

Ketua Kelompok Tani Badunsanak, Nofrimil, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari UNP.

“Mesin ini akan membantu kami mengoptimalkan limbah peternakan menjadi pupuk organik yang bermanfaat,” ujarnya.

Program ini diharapkan menjadi solusi bagi petani dalam mengolah sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.