Padang – Universitas Andalas (UNAND) berupaya meningkatkan efisiensi birokrasi melalui peluncuran Sistem Informasi Arsip Andalas (SIPANDA). Aplikasi yang diresmikan pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Ruang Rapat Senat Universitas, diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan pengelolaan arsip konvensional.
Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya modernisasi tata kelola universitas. “Tata kelola arsip yang terintegrasi secara digital merupakan fondasi penting dalam sistem birokrasi perguruan tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aidinil menambahkan bahwa penguatan sistem kearsipan telah dipersiapkan sejak akhir 2025 melalui serangkaian pelatihan bagi arsiparis dan pengelola arsip. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kendala administrasi dan dokumentasi di masa depan. Pengelolaan arsip yang sistematis, menurutnya, akan menjadi dasar hukum dan bukti administratif yang kuat bagi institusi.
Direktur Informasi Kearsipan Nasional ANRI, Rudi Anton, menyambut baik langkah digitalisasi arsip yang dilakukan UNAND. Ia menekankan pentingnya arsip sebagai sumber informasi yang valid. “Arsip tetap menjadi cadangan informasi paling kuat dan bukti utama dalam menghadapi persoalan di kemudian hari,” katanya.
Rudi berharap SIPANDA dapat memperkuat ekosistem kearsipan di UNAND secara berkelanjutan. Peluncuran aplikasi ini diakhiri dengan sosialisasi teknis penggunaan SIPANDA kepada para peserta yang hadir. Aplikasi ini diharapkan dapat mengatasi masalah penumpukan dokumen fisik yang selama ini menjadi kendala, termasuk keterbatasan ruang penyimpanan dan dampak negatif terhadap kenyamanan serta kesehatan mental pegawai.










