Padang – Universitas Andalas (Unand) mengambil langkah proaktif dalam membantu korban bencana galodo dengan meluncurkan program pembangunan hunian sementara (Huntara). Inisiatif ini diumumkan sebagai respons langsung terhadap kebutuhan mendesak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

Fakultas Teknik Unand memainkan peran sentral dalam inisiatif ini, menerapkan keahlian mereka dalam ilmu pengetahuan dan teknologi untuk merancang dan membangun Huntara yang layak huni. Program ini didanai melalui skema Pengabdian Kebencanaan Universitas Andalas, dengan Fakultas Teknik Unand bertanggung jawab penuh atas pelaksanaannya, mulai dari perencanaan hingga konstruksi.

Menurut Dekan Fakultas Teknik Unand, Is Prima Nanda, sumber daya keilmuan bidang rekayasa yang dimiliki oleh Fakultas Teknik dan Universitas Andalas secara umum menjadi modal penting dalam membantu masyarakat. “Fakultas Teknik secara khusus dan Universitas Andalas secara umum merupakan perguruan tinggi yang memiliki sumber daya keilmuan bidang rekayasa yang mampu dan harus memanfaatkan untuk membantu masyarakat, terutama ketika bencana terjadi,” ujarnya.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menekankan bahwa keterlibatan Unand dalam program ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral universitas. Pihaknya berupaya untuk hadir dan memberikan bantuan konkret kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Dua warga yang terdampak galodo, Yopi Andra dari Batu Busuk dan Syafmaludin dari Lambung Bukik, akan menjadi penerima manfaat langsung dari program Huntara ini. Yopi Andra akan direlokasi ke kawasan Sungkai, sementara Syafmaludin akan mendapatkan Huntara di wilayahnya. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kajian teknis yang komprehensif.

Abdul Hakam menambahkan bahwa keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan Huntara. Hunian dirancang untuk memastikan keamanan, kesehatan, dan kenyamanan bagi para penghuninya. “Keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan Huntara,” ungkapnya.

Diharapkan, program ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pemulihan pascabencana yang dikoordinasikan oleh pemerintah daerah dan nasional, serta memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga yang terdampak galodo.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.