Padang Pariaman – Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumatera Barat) mengerahkan tim khusus untuk memberikan pendampingan psikologis dan spiritual kepada korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Sakayan Paku. Program ini menyasar anak-anak dan remaja yang dinilai paling rentan terhadap dampak psikologis pascabencana.
Kegiatan yang berlangsung pada 24 Desember 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Sumatera Barat. Inisiatif ini didukung oleh dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia.
Fokus utama dari program ini adalah memberikan layanan konseling, edukasi kebencanaan, serta penguatan mental dan emosional. Tim dosen dan mahasiswa UM Sumatera Barat berupaya membantu para korban mengurangi trauma, menumbuhkan rasa aman, serta meningkatkan ketahanan mental pascabencana.
Selain konseling, kegiatan ini juga mencakup motivasi keagamaan, menggambar, permainan relaksasi, serta pembagian bantuan kemanusiaan. LPPM UM Sumatera Barat berperan penting dalam koordinasi, pendataan, dan memastikan keberlanjutan program pengabdian ini.
Menurut Ketua LPPM UM Sumatera Barat, Fadil Maiseptian, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu pemulihan korban bencana, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Ia menyatakan, “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu pemulihan korban bencana, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmu bimbingan dan konseling Islam dalam situasi nyata di masyarakat.”
Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran tim UM Sumatera Barat dan berharap kegiatan pendampingan ini dapat terus berlanjut dalam fase pemulihan jangka panjang. UM Sumatera Barat menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang responsif, humanis, dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Tim PKM Psychosocial Support UM Sumatera Barat juga bertugas di Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.










