Mekkah – Perjalanan spiritual mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson, mencapai puncaknya saat melaksanakan ibadah umrah di kota suci Mekkah pada 18 Februari 2026. Momen ini menjadi simbol transformasi hidupnya setelah memeluk agama Islam.
Tyson, yang pernah mendekam di penjara akibat kasus pada tahun 1992 dan dibebaskan pada tahun 1995, menemukan kedamaian dalam Islam selama masa tahanannya. Menurut laporan, masa tahanan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya.
“Tyson akhirnya memutuskan jadi mualaf setelah dirangkul melalui dakwah. Ia memiliki keyakinan akan Islam,” demikian laporan tersebut, menggambarkan proses spiritual yang dialami Tyson di balik jeruji besi.
Ketertarikan Tyson pada Islam tumbuh setelah membaca buku-buku tentang agama tersebut. Ia melihat Islam sebagai agama yang damai dan memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.
Kesungguhan Tyson dalam menjalankan ajaran agama Islam terlihat jelas saat ia melaksanakan ibadah umrah bersama DJ Khaled.
Melalui unggahannya, DJ Khaled mengungkapkan perasaannya saat berada di Mekkah bersama Tyson. “Saat saya berjalan di Makkah, air mata mengalir dari mata saya. Air mata kebahagiaan. Sepanjang hidup saya, saya ingin pergi ke Makkah untuk berdoa dan bersyukur kepada Allah,” tulisnya, menggambarkan betapa emosionalnya perjalanan tersebut.
Ia juga menyampaikan harapannya untuk kedamaian dunia. “Saya berdoa untuk dunia agar lebih banyak cinta untuk lebih banyak kehidupan. damai, lebih banyak sukacita, lebih banyak kesehatan dan perlindungan untuk kita semua,” imbuhnya, mencerminkan harapan yang lebih besar dari perjalanan spiritual ini.
Kisah Tyson menjadi inspirasi, menunjukkan bahwa perubahan spiritual dan kedamaian batin dapat ditemukan melalui pengalaman hidup, bahkan yang paling sulit sekalipun. Transformasi ini membuktikan bahwa hidayah dapat menyapa siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.











