Jakarta – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) fokus pada pemulihan jaringan di wilayah pascabencana, khususnya di Aceh dan Sumatera, di tengah lonjakan penggunaan data selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Perusahaan telekomunikasi ini melaporkan bahwa tingkat pemulihan jaringan di Provinsi Aceh telah mencapai 97,5%.

Upaya pemulihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan IOH untuk mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan. Perusahaan juga menambah jumlah personel teknis di seluruh lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNPB, serta pemerintah daerah setempat.

IOH menempatkan tim siaga di lokasi-lokasi strategis seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, dan area pengungsian, serta mengoperasikan Posko Pemantauan (Command Center) di Jakarta, Medan, dan Aceh.

Di sisi lain, IOH mencatat pertumbuhan trafik data nasional yang signifikan selama periode libur Nataru. Data menunjukkan peningkatan sekitar 15% dibandingkan hari biasa dan lebih dari 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut perusahaan, peningkatan ini mencerminkan meluasnya aktivitas digital di berbagai wilayah. IOH mengklaim bahwa jaringan yang andal di ribuan titik strategis dan infrastruktur yang terus diperluas memungkinkan perusahaan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan data secara stabil selama periode liburan.

Optimalisasi jaringan didukung oleh Digital Intelligence Operations Center (DIOC), pusat operasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang memantau kinerja jaringan secara aktual. Perusahaan menyatakan bahwa peningkatan penggunaan data ini menegaskan komitmen berkelanjutan IOH untuk meningkatkan pengalaman pelanggan melalui perluasan cakupan jaringan dan peningkatan kualitas layanan, terutama untuk mendukung pengalaman video streaming dan gaming di wilayah terpencil dan destinasi wisata utama. Teknologi AI memungkinkan penyesuaian kapasitas secara adaptif di lokasi-lokasi dengan kenaikan trafik.

Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, mengatakan bahwa pertumbuhan trafik data bukan hanya indikator teknis, tetapi juga gambaran nyata tentang perkembangan ekonomi digital Indonesia. “Lonjakan penggunaan data kini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di area wisata, pusat ekonomi baru, hingga daerah yang sebelumnya memiliki aktivitas digital terbatas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dampak layanan Indosat semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan dukungan teknologi AI di DIOC, tim teknis dapat menangani potensi gangguan dengan lebih cepat.

Untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas digital, IOH memperkuat kapasitas jaringan di titik strategis, terutama di wilayah dengan lonjakan trafik tertinggi, termasuk Bogor, Sukabumi, Tangerang, Garut, Bandung, Klaten, Kota Denpasar, Tabanan, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Banyuasin, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sanggau, Gowa, Maros, dan Bulukumba.

Selama periode tersebut, lima aplikasi yang mengalami lonjakan penggunaan tertinggi adalah Tiktok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Youtube. IOH didukung oleh lebih dari 208.000 BTS 4G dan 1.404 titik BTS 5G yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan pertumbuhan BTS 4G sebesar 7,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.