Agam – Trauma healing menjadi fokus utama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Barat dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam. Selain bantuan materi, dukungan psikologis diberikan, khususnya kepada anak-anak yang terdampak.
Menurut Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumbar, Detta Maulin Vasco, kegiatan trauma healing menjadi bagian integral dari proses pemulihan. “Kami ingin memastikan bahwa pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, khususnya bagi anak-anak,” ujarnya.
Pada hari yang sama, TP PKK Pusat menyerahkan 500 paket bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Bantuan diprioritaskan bagi wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Staf Ahli TP PKK Pusat Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga, Yane Ardian Bima Arya, menyatakan, “Bantuan ini kami arahkan ke wilayah yang terdampak cukup berat, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat dan benar-benar dirasakan manfaatnya.”
Bantuan tersebut didistribusikan ke tiga kecamatan yang paling terdampak, yaitu Kecamatan Palembayan (250 paket), Kecamatan Tanjung Raya (150 paket), dan Kecamatan Malalak (100 paket). Setiap paket berisi kebutuhan pokok, kompor, dan perlengkapan salat.
Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian TP PKK Pusat. Bantuan ini menjadi penyemangat dan penguat bagi masyarakat Agam dalam proses pemulihan pascabencana,” katanya.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, TP PKK Pusat telah berkoordinasi dengan TP PKK Provinsi Sumatera Barat dan TP PKK Kabupaten Agam. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Staf Ahli TP PKK Kabupaten Agam, Maya Primasari Iqbal, turut menyampaikan rasa terima kasih atas nama masyarakat Kabupaten Agam. “Atas nama masyarakat Kabupaten Agam, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Ini sangat berarti bagi warga kami yang terdampak bencana,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DWP Provinsi Sumatera Barat, Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan Nana Safriati Safrizal, serta masyarakat terdampak bencana.











