Jakarta – Tottenham Hotspur memastikan tidak akan dijual meskipun sempat menerima dua tawaran akuisisi. Klub Liga Inggris itu menegaskan bahwa pemegang saham mayoritas, ENIC Sports & Developments Holdings Ltd, telah menolak semua minat awal.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Tottenham Hotspur menyatakan bahwa klub tidak untuk dijual. Kepastian ini sekaligus mematahkan spekulasi yang berkembang terkait potensi perubahan kepemilikan klub.
Dua pihak yang sempat mengajukan minat untuk mengakuisisi Tottenham adalah PCP International Finance Limited, yang dimiliki oleh Amanda Staveley, serta konsorsium yang dipimpin oleh Dr Roger Kennedy dan Wing-Fai Ng melalui Firehawk Holdings Limited.
Namun, ENIC, yang menguasai 86,5 persen saham Tottenham, secara tegas menolak tawaran-tawaran tersebut. ENIC sendiri dimiliki oleh pengusaha asal Inggris, Joe Lewis, dan keluarganya yang juga mengelola Tavistock Group.
Klub menjelaskan bahwa berdasarkan aturan pengambilalihan Inggris (UK Takeover Code), jika ada tawaran yang berhasil mengakuisisi ENIC, secara otomatis harus ada tawaran wajib untuk membeli saham Tottenham lainnya yang tidak dimiliki ENIC.
Keputusan ini diambil setelah Daniel Levy mengundurkan diri sebagai *executive chairman* pada Kamis (4/9), setelah menjabat selama hampir 25 tahun. Pengunduran diri Levy sempat memicu spekulasi mengenai potensi perubahan kepemilikan klub.
Saat ini, Vinai Venkatesham menjabat sebagai CEO baru, sementara Peter Charrington ditunjuk sebagai *non-executive chairman*.
PCP dan konsorsium yang berminat masih memiliki waktu hingga 5 Oktober 2025 pukul 17.00 waktu setempat untuk menyatakan niat resmi melanjutkan penawaran atau menarik diri. Jika tidak, pengumuman mereka akan dianggap final dan tidak bisa diajukan ulang.
Dengan sikap tegas ENIC, Tottenham Hotspur memastikan stabilitas kepemilikan di tengah perubahan manajemen klub.











