Padang – Wacana perubahan nama Kabupaten Pesisir Selatan menjadi Kabupaten Ranah Pasisia kembali mencuat. Usulan ini digagas sebagai gerakan kebudayaan untuk mengembalikan identitas masyarakat pesisir.
Tokoh muda Pesisir Selatan, Hidayatul Fikri, mendorong perubahan nama tersebut. Ia ingin melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam diskusi publik.
“Kita ingin perubahan ini menjadi gerakan kebudayaan, bukan sekadar keputusan administratif,” ujar Hidayatul.
Ranah Pasisia memiliki makna filosofis mendalam. “Ranah” berarti tanah kelahiran, sementara “pasisia” merujuk pada kawasan pesisir.
Istilah Ranah Pasisia telah digunakan masyarakat lokal sejak abad ke-17. Wilayah ini dulunya merupakan simpul penting dalam jalur perdagangan maritim.










