Padang – Masa keemasan Padang Theater, Pasar Raya Padang sebagai pusat buku pada era 1980-an hingga 1990-an, kini tinggal kenangan. Lesunya aktivitas jual beli buku fisik sangat terasa, hanya terlihat beberapa penjaga toko yang setia menanti pembeli.

Emil, seorang pemilik toko buku di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya merupakan generasi kedua yang meneruskan usaha ayahnya sejak tahun 2007, yang telah dirintis sejak 1980.

Perkembangan teknologi menjadi penyebab utama penurunan drastis penjualan buku fisik. Kemudahan mengakses buku digital melalui internet membuat pembeli enggan datang ke toko buku.

“Sekarang data dan buku bisa diunduh dengan mudah lewat internet. Mahasiswa dan pelajar lebih memilih baca dari hp mereka. Jadi, yang datang ke toko makin sedikit,” jelasnya, Jumat (27/6/2025).

Meski menghadapi tantangan berat, Emil menegaskan akan terus berusaha bertahan dengan menjual buku-buku bekas dan langka. Ia belum terpikir untuk beralih profesi meskipun pendapatan terus merosot.

“Tidak ada jalan lain. Kalau pindah profesi, belum tentu menjamin. Artinya kita harus mulai dari awal lagi,” pungkasnya pada Jumat (27/6/2025).

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.