Bogor – Tim Nasional Indonesia U-22 menelan kekalahan 0-3 dari Mali dalam laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/11). Meski demikian, pemain Timnas U-22, Mauro Zijlstra, menyatakan timnya memetik pelajaran berharga dari pertandingan tersebut.
Zijlstra berharap pengalaman melawan Mali akan bermanfaat bagi persiapan Timnas U-22 menghadapi SEA Games mendatang.
“Ini pertandingan yang sulit, kami banyak belajar dari pertandingan ini. Dan, di SEA Games nanti kami akan melawan tim yang berbeda [tim-tim Asia Tenggara], jadi kami harus move on dari pertandingan ini,” ujarnya usai pertandingan.
Lebih lanjut, Zijlstra menyoroti beberapa aspek yang perlu diperbaiki dalam tim.
“Kami harus berkomunikasi yang lebih baik lagi antara satu dan lainnya. Dan, masih banyak ruang serta posisi kosong, kami juga harus lebih disiplin,” kata Zijlstra.
Sementara itu, Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, menilai penampilan anak asuhnya tidak terlalu buruk. Ia mengakui Mali adalah tim dengan kualitas yang baik.
“Tentu dari hasil, dari gol yang tercipta, tentu kami tak puas. Tapi, kami dalam hal ini ada beberapa hal positif yang kami lakukan. Dan, secara kesimpulan, saya pikir tidak terlalu bermain jelek,” ujar Indra Sjafri dalam konferensi pers.
Indra Sjafri menambahkan, kesalahan kecil saat melawan tim sekelas Mali akan berdampak besar. “Dan memang ada kesalahan atau gol dari bola mati. Saya pikir itu bisa diatasi sebenarnya. Memang kalau kita melawan tim yang kualitasnya [bagus] seperti Mali, kesalahan sedikit pasti akan berdampak tidak baik,” lanjutnya.











