Jeddah – Tim Nasional Indonesia akan berjuang meraih tiket langsung ke Piala Dunia 2026 saat menghadapi Arab Saudi pada Kamis (9/10) dan Irak pada Minggu (12/10). Kedua laga krusial dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia Ronde 4 Grup B ini akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.
Hanya juara grup yang berhak lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Sementara itu, posisi runner-up grup harus melalui babak play-off, menghadapi runner-up Grup A. Pemenang dari pertandingan tersebut akan melaju ke ronde kelima untuk memperebutkan dua tiket ke Piala Dunia melalui babak play-off antar konfederasi.
Untuk memastikan lolos langsung sebagai juara Grup B, Skuad Garuda diwajibkan meraih kemenangan atas Arab Saudi dan Irak. Hasil tersebut akan menjadikan Timnas Indonesia juara grup tanpa bergantung pada hasil pertandingan lain.
Selain skenario wajib menang, Timnas Indonesia, dengan pemain-pemain seperti Jay Idzes, masih memiliki lima skenario lain untuk menjadi juara grup. Bahkan, mereka bisa lolos hanya dengan mengantongi dua poin. Berikut adalah enam skenario yang dapat membawa Indonesia menjadi juara Grup B:
1. Indonesia menjadi juara grup dengan 6 poin (menang atas Arab Saudi dan Irak)
Dengan mengalahkan Arab Saudi dan Irak, Timnas Indonesia tidak akan bergantung pada hasil pertandingan Arab Saudi melawan Irak. Ini adalah skenario paling ideal.
2. Indonesia menjadi juara grup dengan 4 poin (menang atas Arab Saudi dan imbang lawan Irak)
Timnas Indonesia akan lolos jika menang atas Arab Saudi dan imbang lawan Irak, serta salah satu hasil berikut terjadi:
- Arab Saudi menang atau imbang lawan Irak.
- Irak menang atas Arab Saudi, namun Indonesia unggul selisih gol. Contoh: Indonesia menang 2-0 atas Arab Saudi, imbang 1-1 dengan Irak. Kemudian Irak menang 1-0 atas Arab Saudi.
- Irak menang atas Arab Saudi dengan selisih gol sama, namun Indonesia unggul jumlah gol. Contoh: Indonesia menang 3-1 atas Arab Saudi, imbang 1-1 dengan Irak. Kemudian Irak menang 2-0 atas Arab Saudi. Indonesia unggul jumlah gol (4) dibanding Irak (3).
- Irak menang atas Arab Saudi dengan selisih gol dan jumlah gol sama, namun Indonesia unggul dalam poin fairplay.
- Irak menang atas Arab Saudi dengan selisih gol, jumlah gol, dan poin fairplay yang sama, maka penentuan juara grup akan dilakukan dengan undian.
3. Indonesia menjadi juara grup dengan 4 poin (menang atas Irak dan imbang lawan Arab Saudi)
Timnas Indonesia lolos jika menang atas Irak dan imbang lawan Arab Saudi, serta salah satu hasil berikut terjadi:
- Irak menang atau imbang lawan Arab Saudi.
- Arab Saudi menang atas Irak, namun Indonesia unggul selisih gol. Contoh: Indonesia imbang 0-0 dengan Arab Saudi, menang 2-0 atas Irak. Kemudian Irak kalah 0-1 dari Arab Saudi.
- Arab Saudi menang atas Irak dengan selisih gol sama, namun Indonesia unggul jumlah gol. Contoh: Indonesia imbang 1-1 dengan Arab Saudi, menang 3-1 atas Irak. Kemudian Irak kalah 0-2 dari Arab Saudi. Indonesia unggul jumlah gol (4) dibanding Arab Saudi (3).
- Arab Saudi menang atas Irak dengan selisih gol dan jumlah gol sama, namun Indonesia unggul dalam poin fairplay.
- Arab Saudi menang atas Irak dengan selisih gol, jumlah gol, dan poin fairplay yang sama, maka penentuan juara grup akan dilakukan dengan undian.
4. Indonesia menjadi juara grup dengan 3 poin (menang atas Irak dan kalah lawan Arab Saudi)
Timnas Indonesia lolos jika menang atas Irak dan kalah lawan Arab Saudi, serta salah satu hasil berikut terjadi:
- Irak menang atas Arab Saudi, namun Indonesia unggul selisih gol. Contoh: Indonesia kalah 0-1 dari Arab Saudi, menang 2-0 atas Irak. Kemudian Irak menang 1-0 atas Arab Saudi.
- Irak menang atas Arab Saudi dengan selisih gol sama, namun Indonesia unggul jumlah gol. Contoh: Indonesia kalah 1-2 dari Arab Saudi, menang 3-2 atas Irak. Kemudian Irak menang 1-0 atas Arab Saudi. Indonesia unggul jumlah gol (4) dibanding Irak (3).
- Irak menang atas Arab Saudi dengan selisih gol dan jumlah gol sama, namun Indonesia unggul dalam poin fairplay.
- Irak menang atas Arab Saudi dengan selisih gol, jumlah gol, dan poin fairplay yang sama, maka penentuan juara grup akan dilakukan dengan undian.
5. Indonesia menjadi juara grup dengan 3 poin (menang atas Arab Saudi dan kalah lawan Irak)
Timnas Indonesia lolos jika menang atas Arab Saudi dan kalah lawan Irak, serta salah satu hasil berikut terjadi:
- Arab Saudi menang atas Irak, namun Indonesia unggul selisih gol. Contoh: Indonesia menang 2-0 atas Arab Saudi, kalah 0-1 dari Irak. Kemudian Irak kalah 0-1 dari Arab Saudi.
- Arab Saudi menang atas Irak dengan selisih gol sama, namun Indonesia unggul jumlah gol. Contoh: Indonesia menang 3-2 atas Arab Saudi, kalah 1-2 dari Irak. Kemudian Irak kalah 0-1 dari Arab Saudi. Indonesia unggul jumlah gol (4) dibanding Arab Saudi (3).
- Arab Saudi menang atas Irak dengan selisih gol dan jumlah gol sama, namun Indonesia unggul dalam poin fairplay.
- Arab Saudi menang atas Irak dengan selisih gol, jumlah gol, dan poin fairplay yang sama, maka penentuan juara grup akan dilakukan dengan undian.
6. Indonesia menjadi juara grup dengan 2 poin (imbang atas Arab Saudi dan imbang lawan Irak)
Timnas Indonesia lolos jika imbang melawan Arab Saudi dan Irak, serta salah satu hasil berikut terjadi:
- Arab Saudi imbang lawan Irak, namun Indonesia unggul jumlah gol atas Irak dan Arab Saudi. Contoh: Indonesia imbang 2-2 dengan Arab Saudi, imbang 1-1 dengan Irak. Kemudian Irak imbang 0-0 dengan Arab Saudi. Indonesia unggul jumlah gol (3) dibanding Arab Saudi (2) dan Irak (1).
- Arab Saudi imbang dengan Irak dengan selisih gol dan jumlah gol sama, namun Indonesia unggul dalam poin fairplay.
- Arab Saudi imbang atas Irak dengan selisih gol, jumlah gol, dan poin fairplay yang sama, maka penentuan juara grup akan dilakukan dengan undian.
Skenario-skenario di atas akan semakin jelas setelah Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi:
- Jika Indonesia menang, maka skenario untuk menjadi juara grup tinggal 3.
- Jika Indonesia imbang, maka skenario untuk menjadi juara grup tinggal 2.
- Jika Indonesia kalah, maka skenario untuk menjadi juara grup tinggal 1.
Skenario-skenario ini didasarkan pada aturan FIFA untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 mengenai pemecah seri (Pasal Peraturan 11.5). Kriteria penentu seri dalam format round robin dan turnamen adalah sebagai berikut:
- Jumlah poin terbanyak yang diperoleh di semua pertandingan grup (3 untuk menang, 1 untuk seri, 0 untuk kalah).
- Selisih gol terbesar di semua pertandingan grup.
- Jumlah gol terbanyak yang dicetak di semua pertandingan grup.
Jika dua atau lebih tim masih memiliki peringkat yang sama setelah kriteria 1–3 diterapkan, maka kriteria berikut digunakan:
- Jumlah poin terbanyak yang diperoleh di semua pertandingan di antara tim yang bersangkutan.
- Selisih gol terbesar di semua pertandingan di antara tim yang bersangkutan.
- Jumlah gol terbanyak yang dicetak di semua pertandingan di antara tim yang bersangkutan.
- Jumlah gol terbanyak yang dicetak di kandang lawan di semua pertandingan di antara tim terkait.
- Skor perilaku tim terbaik menggunakan tabel berikut:
- Kartu kuning pertama: -1 poin.
- Kartu kuning kedua/kartu merah tidak langsung: -3 poin.
- Kartu merah langsung: -4 poin.
- Kartu kuning dan kartu merah langsung: -5 poin.
Hanya satu skor yang akan diberikan kepada setiap pemain atau ofisial tim dalam setiap pertandingan, misalnya pemain yang menerima kartu kuning kedua hanya akan diberikan -3 poin dan bukan -4 (-1 untuk yang pertama dan -3 untuk yang kedua).
- Pengundian oleh FIFA.
Jika turnamen diadakan di satu negara tuan rumah atau di wilayah netral, maka kriteria 4 tidak akan diterapkan (Pasal 11.6 Peraturan).












