Pasaman Barat – Sebuah tragedi menimpa warga Jorong Trans Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, setelah seorang anak berusia enam tahun ditemukan tak bernyawa di Sungai Batang Lapu. Fahri Rifki Ardian (6), dilaporkan hilang saat bermain di tepi sungai bersama rekannya pada Minggu (15/3/2026).

Menurut keterangan yang diterima Kantor SAR Padang dari BPBD Pasaman Barat, Afrizal, pada pukul 05.11 WIB, insiden bermula ketika korban dan temannya sedang memancing di Sungai Batang Lapu. Usai memancing, keduanya bermain lempar pasir di pinggir sungai.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa saat bermain, teman korban melempar pasir ke arah Fahri. “Fahri yang berusaha menghindar melompat ke arah sungai,” bunyi laporan tersebut. Malang, karena tidak bisa berenang, Fahri langsung terseret arus sungai yang deras.

Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman segera bergerak menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Mereka tiba sekitar pukul 09.30 WIB, setelah menempuh perjalanan darat sejauh 91 kilometer dari Pos SAR Pasaman. Sembilan personel dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian.

Setelah berkoordinasi dengan berbagai unsur SAR gabungan, tim memulai pencarian dengan menyisir area sungai. Mereka menggunakan peralatan pencarian bawah air, termasuk teknologi Aqua Eye, serta melakukan penyelaman. Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 13.55 WIB.

“Korban ditemukan di dasar sungai setelah alat Aqua Eye mendeteksi titik mencurigakan,” ungkap pernyataan resmi dari Kantor SAR Padang. Tim penyelam kemudian melakukan evakuasi terhadap korban.

Jenazah Fahri berhasil dievakuasi pada pukul 14.17 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi SAR ini melibatkan sembilan personel dari Pos SAR Pasaman, dua personel TNI, lima personel BPBD Pasaman Barat, serta sekitar 20 warga yang turut membantu proses pencarian.

Tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, termasuk rescue car double cabin, mobil MFR, perahu rafting, peralatan SAR air, peralatan medis, komunikasi, Aqua Eye, serta drone thermal. Setelah proses evakuasi selesai, dilakukan debriefing pada pukul 15.05 WIB, dan operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Cuaca cerah dilaporkan mendukung kelancaran operasi pencarian.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.