Padang – Tim SAR Padang berhasil menyelamatkan delapan remaja dari ancaman banjir bandang di Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, setelah terjebak selama beberapa jam. Operasi penyelamatan yang berlangsung di tengah guyuran hujan deras pada Senin (16/2/2026) itu, menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Peristiwa ini bermula ketika delapan remaja tersebut tengah menikmati waktu luang di kawasan Air Terjun Sungai Bangek, Balai Gadang. Kenaikan debit air sungai secara tiba-tiba, yang dipicu oleh curah hujan tinggi, menyebabkan mereka terisolasi di dua lokasi berbeda yang sulit dijangkau oleh tim penyelamat.
Putra Ramadhan, salah seorang korban, melaporkan kejadian tersebut kepada petugas SAR pada pukul 16.55 WIB. Ia menuturkan bahwa mereka telah terjebak sejak sekitar pukul 12.00 WIB. “Air mendadak membesar,” ungkapnya, menggambarkan situasi mencekam yang mereka alami.
Menurut keterangan yang dihimpun dari para remaja yang selamat, mereka awalnya datang ke lokasi untuk berenang di area air terjun. Namun, tanpa diduga, volume air meningkat secara drastis. Lima orang berada di seberang sungai, sementara tiga lainnya terpisah di sisi yang berbeda, menciptakan dua kelompok yang terisolasi.
Arus sungai yang kuat dan kondisi yang licin menjadi penghalang utama bagi upaya mereka untuk kembali ke jalur semula. Tiga korban bahkan mencoba mencari jalan keluar dengan mendaki ke bukit hingga mencapai area ladang warga, namun posisi mereka tetap sulit dijangkau dan jauh dari jalan utama.
Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 0°48’12.74″S -100°22’17.18″T, yang berjarak sekitar 5,10 kilometer garis lurus dari Kantor SAR Padang, atau ±9,1 kilometer melalui jalur darat dengan estimasi waktu tempuh 17 menit.
Lima personel rescuer segera diberangkatkan pada pukul 17.10 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 17.30 WIB. Tim penyelamat kemudian dibagi menjadi dua kelompok, dengan satu tim bertugas mengevakuasi lima korban dan tim lainnya menyelamatkan tiga korban di titik yang berbeda.
Meskipun hujan terus mengguyur dengan kecepatan angin sekitar 5 knot, proses evakuasi berjalan lancar berkat kesigapan tim SAR. Lima korban pertama berhasil dievakuasi ke posko pada pukul 19.34 WIB, disusul tiga korban lainnya yang tiba dengan selamat pada pukul 21.54 WIB.
Delapan remaja yang berhasil diselamatkan diidentifikasi sebagai Ibnu Habib (18), Sandi Alsaiba (15), Zhafran (18), Dwi Eka Saputra (16), Haykal (16), M. Zikri (17), Putra Ramadhan (16), dan M. Afdhal (17). Dipastikan bahwa seluruhnya dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka serius.











