Painan – Bencana yang melanda Kampung Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang Pancuang Taba, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, terus memicu keprihatinan. Warga terpaksa menandu seorang anak berusia 11 tahun sejauh tiga kilometer demi mendapatkan akses pertolongan medis.

Aras, yang mengalami luka parah di kaki kirinya akibat terjatuh saat bermain, membutuhkan penanganan medis segera. “Lukanya cukup parah, kakinya tidak bisa digerakkan sebelah. Tidak mungkin dibawa pakai motor dan tidak bisa ditangani di bidan desa,” ujar Jondra Folta, seorang warga setempat, pada Kamis (22/1/2026).

Keterbatasan akses memaksa warga dan anggota TNI AD untuk bergotong royong menandu Aras dari Kampung Ngalau Gadang menuju Limau-limau, titik terdekat yang dapat dijangkau kendaraan roda empat. Perjalanan sejauh tiga kilometer tersebut ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalur darurat yang licin dan berpotensi membahayakan, terutama saat kondisi hujan.

Setelah tiba di Limau-limau, Aras kemudian dilarikan menggunakan mobil menuju Puskesmas Asam Kumbang yang berjarak sekitar 10 kilometer, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD M. Zein Painan untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif.

Kondisi serupa bukan kali pertama dialami warga Ngalau Gadang. Sebelumnya, seorang pasien lanjut usia juga terpaksa dibonceng bertiga menggunakan sepeda motor karena tidak adanya alternatif transportasi lain. Situasi ini hanya memungkinkan saat cuaca cerah, mengingat jalan menjadi sangat licin dan tidak dapat dilalui saat hujan.

Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Fraksi PAN, Novermal, menyoroti kondisi Ngalau Gadang yang masih terisolasi. “Hampir dua bulan pascabencana, Ngalau Gadang masih terisolasi. Jembatan satu-satunya putus, dan ada tiga titik jalan yang tertimbun longsor. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga benar-benar dalam kondisi darurat,” ungkapnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.