Jakarta – Jelang tahun baru 2026, banyak individu mulai menyusun resolusi yang berfokus pada peningkatan diri dan harapan baru. Resolusi tidak selalu harus dimulai dari target besar; harapan kecil yang realistis justru dapat menjadi langkah bermakna. Dua individu, Muhammad Muhaimin Marta dan Arry Effendy, berbagi ambisi signifikan mereka untuk tahun mendatang, mulai dari pengembangan karier hingga kesejahteraan holistik.
Muhammad Muhaimin Marta, 33 tahun, bertekad melanjutkan pendidikan S2 melalui beasiswa penuh. Setelah delapan tahun aktif bekerja, ia melihat ini sebagai momen tepat untuk meningkatkan diri dan memperkaya bekal masa depan.
Sebagai seorang pegawai negeri, tuntutan untuk terus berkembang merupakan hal yang tidak terhindarkan. “Melanjutkan studi selain untuk upgrade diri juga kebutuhan karier,” jelas Muhaimin. Ia menambahkan bahwa untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi dalam pekerjaannya, pendidikan formal minimal S2 menjadi syarat penting.
Untuk mewujudkan mimpinya, warga Jakarta Timur ini telah memulai berbagai persiapan. Beberapa syarat krusial seperti skor Tes Potensi Akademik (TPA) dan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) telah berhasil dipenuhinya. Langkah selanjutnya adalah fokus mencari beasiswa, sebuah proses yang ia akui tidak mudah mengingat persaingan ketat dan persyaratan yang kompleks.
Sementara itu, Arry Effendy, 44 tahun, juga telah menyiapkan beragam resolusi untuk tahun 2026. Targetnya mencakup aspek kesehatan, keuangan, dan kehidupan sosial.
“Berat badan lebih ideal dan stamina tidak gampang drop, lebih rutin berolahraga, investasi lebih disiplin, finansial lebih stabil, dan lebih ketat mengatur keuangan,” ungkap Arry merincikan sebagian resolusinya.
Menariknya, Arry juga memberikan perhatian besar pada kehidupan sosial dan proses berdamai dengan diri sendiri. Ia ingin menjalani hidup yang lebih mindful, tidak hanya sibuk mengejar target, tetapi juga lebih sering hadir bagi orang-orang terkasih.
“Lebih banyak quality time dengan keluarga, memperbanyak teman-teman baru, hidup lebih sederhana, memperbanyak bersyukur, dan tidak lupa lebih fokus lagi dalam beribadah,” tambahnya.
Arry mengakui bahwa semua resolusi tersebut lahir dari pengalaman hidup dan perjuangan yang ia jalani selama tiga tahun terakhir (2023-2025). Oleh karena itu, ia berharap tahun 2026 dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik dan terarah.
Untuk mewujudkan resolusinya, Arry berpegang pada prinsip sederhana: konsistensi. Dikutip dari laman SNI Companies, konsistensi memang menjadi salah satu kunci kesuksesan, di mana disiplin kecil yang dilakukan rutin setiap hari dapat membawa hasil besar secara perlahan.












