Pekalongan – Industri batik di Pekalongan mendapat angin segar dengan dukungan program CSR dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Program ini bertujuan memberdayakan rumah produksi batik cap melalui Koperasi Bangun Bersama dari Rumah Batik TBIG.
Inisiatif ini menghubungkan produsen batik cap dengan penjahit lokal. Selanjutnya, produk didistribusikan ke berbagai butik.
Koperasi memberikan order pengerjaan kain batik cap ke rumah produksi. Kemudian, kain disalurkan ke UMKM untuk dijahit menjadi produk jadi seperti daster.
“Program ini telah berjalan selama setahun dan bersifat berkelanjutan,” ujar Kepala LPKS Rumah Batik TBIG, Nanang Tri Purwanto. Ia menambahkan, program ini secara otomatis meningkatkan orderan produsen kain batik cap.
Barozi, pengelola rumah produksi batik cap “Munasifah,” mengakui manfaat program CSR TBIG. “Program ini menambah orderan kami. Sebelumnya, tidak ada dukungan seperti ini,” katanya.
Usaha produksi kain batik cap Munasifah telah berjalan sejak tahun 90-an. Sebelumnya, mereka menghasilkan 50 hingga 70 kodi per bulan.
Head of CSR Departement PT TBIG, Fahmi Sutan Alatas, menyatakan bahwa program CSR ini juga menjadi upaya melestarikan produk batik. “Koperasi Bangun Bersama berfungsi meningkatkan kesejahteraan, perekonomian, dan kualitas hidup melalui asas kekeluargaan,” tuturnya.
Koperasi diharapkan menjadi pilar utama perekonomian Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi.











