Padang – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus berupaya keras dalam menanggulangi dampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayahnya. Bupati Eka Putra menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan bencana tersebut dalam sebuah dialog yang disiarkan di RRI Pro 1 Padang.

Dalam keterangannya, Eka Putra menjelaskan bahwa salah satu kendala utama di awal penanganan bencana adalah terputusnya akses transportasi darat. Namun, ia memastikan bahwa masalah tersebut kini telah berhasil diatasi. “Bencana terjadi di Nagari Sumpur, Padang Laweh Malalo dan Guguak Malalo memutus jalur transportasi darat, sehingga masyarakat kami terisolasi, sehingga saat itu kami memberikan bantuan melalui jalur air atau danau dengan kapal dan boat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eka Putra mengungkapkan bahwa warga yang terdampak bencana telah dievakuasi ke posko-posko pengungsian yang berlokasi di Nagari Batu Taba serta rumah-rumah warga yang dinilai aman di sekitarnya. “Sampai saat ini, sudah banyak warga kami yang mengungsi,” ujarnya. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 6.418 orang mengungsi yang tersebar di 11 kecamatan dan 35 nagari yang terdampak. Ia berharap melalui siaran ini, informasi dapat tersampaikan kepada pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan.

Eka Putra juga menuturkan bahwa dirinya bersama dengan Dandim 0307, jajaran Polres, BPBD, Dinas Kesehatan, Satgas Kecamatan, Satgas Nagari, serta para relawan terus berupaya membantu para korban dan masyarakat yang terdampak. “Saya bersama rombongan rutin turun setiap hari guna memastikan terpenuhinya berbagai kebutuhan masyarakat dan pengungsi yang terdampak bencana, seperti pasokan makanan, air bersih sampai dengan kebutuhan untuk bayi serta ibu-ibu,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada berbagai instansi di tingkat provinsi, daerah tetangga, serta para perantau atas bantuan yang telah diberikan. “Alhamdulillah, saat ini bantuan dari berbagai elemen, baik Pemerintah, Swasta dan Perantau serta lainnya sudah mulai masuk ke Posko ataupun langsung kepada masyarakat kami, terima kasih atas bantuan yang, mari kita do’akan semoga musibah ini cepat berlalu,” tuturnya.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun, tercatat 67 unit rumah hanyut, 131 unit rumah mengalami kerusakan berat, 29 ruas jalan mengalami kerusakan berat, 20 unit jembatan putus, dan 33 unit irigasi rusak. Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 3 orang, sementara 1 orang masih dinyatakan hilang. Dalam kesempatan tersebut, Eka Putra didampingi oleh Asisten II Ten Feri, Kadis Kominfo Dedi Tri Widono, Kadis Kesehatan Aries Sumantri, dan Sekretaris BPBD.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.