SELATPANJANG – Diskusi publik mengenai rencana kenaikan tarif pass di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, ditunda. Penundaan ini dilakukan atas permintaan Pelindo dan KSOP.
Alasan penundaan adalah situasi nasional yang dinilai belum kondusif. Pihak berwenang khawatir pelabuhan menjadi sasaran perusakan.
Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, membenarkan penundaan tersebut. Ia mengatakan penundaan dilakukan demi menjaga kondusivitas.
“Karena diskusi dilakukan di fasilitas umum, kami sepakat menunda diskusi demi menjaga kondusivitas,” kata Derita.
Derita menambahkan, penundaan juga merupakan arahan dari kementerian terkait.
General Manager PT Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menyatakan penundaan atas permintaan KSOP.
“Situasi masih dianggap kurang kondusif oleh rekan-rekan KSOP dan stakeholder lainnya,” jelas Joni.
Joni memastikan pemberlakuan tarif baru ditunda hingga diskusi dengan masyarakat tuntas.
Ketua panitia diskusi, Eka Pratama Putra, menyayangkan penundaan ini. Ia menyebut seluruh persiapan telah rampung.
“Kami panitia pelaksana mohon maaf kepada seluruh peserta. Dengan berat hati kami informasikan, diskusi malam tadi batal karena pertimbangan keamanan nasional,” ujar Eka.
Eka menambahkan, ada kekhawatiran diskusi dimanfaatkan pihak tertentu untuk memicu aksi anarkis.
Diskusi publik ini diinisiasi Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD-KAHMI). Tema diskusi adalah “Kenaikan Tarif Boarding Pass Pelabuhan, Benarkah Untuk Daerah?”.












