Sutera – Menjelang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) 2025, Kecamatan Sutera mengambil langkah proaktif dengan menggelar Rapat Koordinasi dan Deklarasi Damai pada hari Rabu di Kantor Camat Sutera. Inisiatif ini bertujuan untuk mencegah potensi konflik yang mungkin timbul selama proses pemilihan.

Camat Sutera, Dailipal, dalam sambutannya, menekankan krusialnya netralitas bagi panitia dan pengawas Pilwana. Ia menyatakan bahwa netralitas adalah “harga mati” dan mengingatkan bahwa mereka adalah figur rujukan bagi masyarakat. “Ketidaktahuan mereka dapat memicu masalah,” tambahnya.

Sebanyak lima nagari akan berpartisipasi dalam Pilwana kali ini, dengan total 19 kandidat. Rinciannya adalah Nagari Koto Taratak (3 calon), Taratak (5 calon), Aur Duri (3 calon), Koto Nan Tigo Utara Surantih (3 calon), dan Amping Parak (5 calon). Dailipal mengakui bahwa Pilwana tahun ini memiliki dinamika yang kuat karena melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh.

Lebih lanjut, Dailipal menyoroti isu domisili pemilih sebagai potensi kerawanan. “Persoalan domisili ini sering menjadi pemicu sengketa,” ungkapnya, seraya mengimbau panitia untuk memahami regulasi yang berlaku. Ia juga mengajak para kandidat dan tim sukses untuk menjaga suasana kondusif, mengingatkan bahwa “para calon adalah tokoh masyarakat. Jadilah teladan.”

Kapolsek Sutera, Iptu Mantap Manik, menegaskan bahwa keamanan Pilwana adalah tanggung jawab bersama. Ia menekankan peran penting panitia dan pengawas dalam mencegah gesekan antar tim, memastikan kejelasan Daftar Pemilih Tetap (DPT), mensosialisasikan regulasi, dan mengantisipasi potensi pelanggaran. “Panitia dan pengawas memegang peranan penting,” ujarnya.

Kapolsek juga menekankan pentingnya kedewasaan politik bagi para calon dan pendukung. “Pada intinya, siap menang dan siap kalah,” tegasnya, mengingatkan untuk menghindari praktik politik uang dan intimidasi. Ia berharap Pilwana dapat berjalan damai tanpa insiden yang memecah belah masyarakat, dan mengajak semua pihak untuk “mewujudkan Pilwana Badunsanak yang damai hingga hari pencoblosan 17 Desember 2025.”

Bahrul, salah satu calon Wali Nagari Koto Taratak, memimpin pembacaan deklarasi damai, mewakili komitmen seluruh kandidat untuk menjaga Pilwana tetap kondusif. Melalui deklarasi ini, Kecamatan Sutera berharap Pilwana 2025 dapat menjadi contoh demokrasi lokal yang santun dan mengutamakan keharmonisan sosial.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.