Infografis Fakta IPO Superbank Himpun Dana Rp 2,7 TriliunJakarta – Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) dengan kode SUPA langsung melonjak dan mencetak auto reject atas (ARA) saat debut di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/12/2025).
Saat pembukaan perdagangan, saham SUPA langsung naik 24,41% atau Rp 155 ke level Rp 790 per saham dari harga perdana Rp 635.
IPO Superbank menjadi salah satu aksi korporasi yang paling banyak diperbincangkan di pasar modal Indonesia menjelang akhir tahun 2025.
Antusiasme investor terhadap IPO ini sangat tinggi, terbukti dengan rekor oversubscribed hingga 318,69 kali, dengan lebih dari 1 juta order.
Pada sesi awal perdagangan, tercatat frekuensi transaksi sebanyak 1.208 kali dengan volume 20.369 saham dan nilai transaksi mencapai Rp 1,6 miliar.
Hingga Rabu siang, total frekuensi perdagangan mencapai 5.190 kali dengan volume 4.054.565 saham dan nilai transaksi harian sebesar Rp 318,1 miliar.
Superbank melepas 4,40 miliar saham atau setara dengan 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga final Rp 635 per saham.
Dari aksi korporasi ini, perseroan berhasil meraup dana segar sebesar Rp 2,79 triliun.
Sebagai informasi, ARA adalah batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari. BEI menerapkan sistem auto rejection simetris sejak 4 September 2023.











