Labuhanbatu Selatan – Pabrik BioCNG (Compressed Natural Gas) komersial pertama milik SIPEF Group, yang dibangun Knowledge Integration Services (KIS) Sustainability2 dan SIPEF Group, resmi beroperasi di areal pabrik kelapa sawit PT Tolan Tiga Indonesia, Kebun Perlabian, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.

Pabrik seluas 120 meter persegi ini memiliki kapasitas produksi 109.620 MMBtu BioCNG per tahun, setara dengan pengurangan impor bahan bakar fosil dalam jumlah yang sama.

“Investasinya Rp 59,4 miliar. Unilever Oleochemical Indonesia menjadi pembeli utama,” kata CEO KIS Group KR. Raghunath, Senin (8/12/2025), seraya menambahkan bahwa pabrik ini membuktikan teknologi modern dapat mengubah limbah menjadi energi bersih.

Melalui teknologi *methane capture*, pabrik ini mampu mengurangi 54.810 ton CO2e per tahun, menjadikannya salah satu proyek pengurangan emisi berbasis limbah terbesar di Indonesia.

Raghunath menyatakan kebanggaannya dapat bekerja sama dengan SIPEF Group yang berpengalaman dalam industri kelapa sawit dan selama ini mengolah limbah sawitnya menjadi biogas secara mandiri.

KIS Group telah membangun tiga pabrik komersial BioCNG di Sumatera Utara, dengan total investasi Rp 187,8 miliar, menciptakan 60 lapangan kerja hijau, mengurangi 165 ribu ton emisi CO2, dan mengurangi impor bahan bakar fosil melalui produksi BioMethane sebanyak 315.000 MMBtu per tahun.

Managing Director SIPEF Petra Meekers mengatakan bahwa pembangunan pabrik ini adalah bukti komitmen perusahaan dalam mengelola produk sampingan secara bertanggung jawab, mengurangi jejak karbon dengan menangkap metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit, dan mengubahnya menjadi BioCNG.

“Kami mengonversi produk sampingan menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai, menciptakan nilai sirkular bagi operasional dan komunitas di wilayah kami beroperasi,” kata Petra Meekers.

Presiden Direktur SIPEF Group Peter Bayliss menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pengembangan teknologi pengolahan limbah. Kebun sawit seluas 8.000 hektar milik PT Tolan Tiga Indonesia mampu memproduksi 55 ton tandan buah segar (TBS) setiap jam, menghasilkan sekitar 33 ton limbah setiap jam atau sekitar 1.200 ton per hari.

Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan Syahdian Purba Siboro mengatakan bahwa kehadiran pabrik BioCNG menjadi kebanggaan daerahnya dan menjadi langkah penting mendukung agenda nasional terkait transisi energi bersih, pengurangan emisi, dan pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, BioCNG Plant menjadi peluang energi hijau yang memperkuat ketahanan energi daerah dan menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca secara signifikan pada 2030 sebesar 31,9 persen dengan upaya sendiri dan 43,2 persen dengan dukungan internasional, serta menetapkan capaian *net zero emission* pada 2060.

Pelaksana tugas Koordinator Bidang Investasi dan Kerja Sama Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Unsaini Sabrina Taqfir berharap pembangunan pabrik ini dapat menginspirasi badan usaha dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan sektor bioenergi.

Ia juga menghimbau agar inovasi transisi energi di Indonesia, termasuk untuk sektor bioenergi, memperhatikan indikator-indikator keberlanjutan termasuk aspek sosial dan lingkungan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.