Padang – Ribuan warga Sumatera Barat memadati Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada Rabu malam, 31 Desember 2025, untuk mengikuti Dzikir, Doa, dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi wujud syukur dan refleksi akhir tahun, sekaligus menyambut tahun baru 2025.
Sejak usai waktu Maghrib, masyarakat mulai berdatangan memadati area masjid. Antusiasme warga terlihat dari jumlah kehadiran yang meluber hingga ke halaman masjid, serta respons positif yang mereka tunjukkan. Banyak keluarga yang hadir bersama untuk mengikuti kegiatan keagamaan ini. Suasana di area masjid tetap terjaga tertib dan khusyuk.
Salah seorang warga, Akmal, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pemerintah provinsi. Menurutnya, kegiatan berzikir dalam menyambut tahun baru jauh lebih bermanfaat dibandingkan aktivitas lain yang kurang positif.
“Saya menilai kegiatan ini sangat positif,” ungkapnya. “Daripada anak-anak muda keluyuran tidak jelas, lebih baik kita berkumpul di sini untuk berdoa. Apalagi Sumbar baru saja berduka karena bencana hidrometeorologi. Sangat tepat jika kita menutup tahun dengan meminta perlindungan kepada Allah SWT agar tahun depan kita jauh lebih aman.”
Akmal juga menyatakan komitmennya untuk mengikuti seluruh rangkaian acara, mengingat banyaknya pembicara yang hadir dengan kompetensi yang diakui. Dzikir dan doa dipimpin oleh Rahimul Amin, imam besar Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Sementara itu, tabligh akbar disampaikan oleh Sofyan Hadi dengan tema “Yaa Rabb, Dosaku Menggunung”.
“Tentunya kita berharap melalui kegiatan dzikir dan doa bersama ini kita senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari musibah, serta mendapat keberkahan kedepannya,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebelumnya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 451/490/XII/Kesra-2025 tertanggal 23 Desember 2025, yang berisi larangan perayaan tahun baru yang bersifat hura-hura. Surat edaran ini dikeluarkan mengingat sebagian wilayah Sumatera Barat masih dalam suasana duka akibat bencana hidrometeorologi.











