Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengajuan Mr. Assaat Datuak Mudo sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan ini terungkap dalam pertemuan antara Ikatan Keluarga Banuhampu (IKB) Pekanbaru dan Tim Pengajuan Gelar Pahlawan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Kantor Gubernur, Rabu (21/1/25).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik inisiatif tersebut dan memberikan arahan kepada instansi terkait untuk memberikan pendampingan dalam proses administrasi pengusulan hingga ke tingkat pusat.

Muhammad Hamdi, Ketua Umum IKB Pekanbaru, menjelaskan bahwa pengusulan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral masyarakat Minang terhadap sejarah bangsa. “Mr. Assaat bukan sekadar tokoh daerah, beliau adalah Acting Presiden Republik Indonesia pada masa krusial tahun 1949-1950. Tanpa peran beliau di Yogyakarta saat itu, sejarah kedaulatan RI mungkin akan berbeda,” jelasnya.

Tim Pengusul memaparkan rencana kerja yang meliputi penyusunan naskah akademik, pengumpulan dokumen arsip negara, serta penyelenggaraan Seminar Nasional, yang merupakan syarat mutlak sesuai UU No. 20 Tahun 2009.

Akmal Famajra, Ketua Tim Pengusul Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional, menyampaikan, “Kami ingin ‘Mambangkik Batang Tarandam’. Mr. Assaat adalah sosok berintegritas tinggi yang meletakkan dasar demokrasi lewat KNIP dan kedaulatan ekonomi melalui ‘Sistem Assaat’. Sudah sepatutnya negara memberikan pengakuan resmi sebagai Pahlawan Nasional.”

Akmal Famajra, yang juga seorang wartawan senior, menjelaskan bahwa Mr. Assaat Datuak Mudo lahir pada 18 September 1904 di Kubang Putiah, Banuhampu, Agam. Selain pernah menjabat sebagai pemimpin tertinggi negara, ia dikenal sebagai tokoh yang sederhana dan konsisten berjuang demi kepentingan rakyat hingga akhir hayatnya pada tahun 1976.

Hasril Caniago, penulis draf Biografi Mr. Assaat Datuak Mudo, menambahkan, “Sejarah mencatat, saat RI dalam kondisi kritis pasca-Agresi Militer, Mr. Assaat adalah sosok yang memegang kemudi Republik di Yogyakarta. Tanpa Mr. Assaat, mata rantai kedaulatan kita bisa terputus. Beliau adalah Presiden yang ‘tahu diri’ ketika mandat selesai, beliau menyerahkan kembali jabatan dengan penuh integritas.”

IKB Pekanbaru optimis, dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan masyarakat, gelar Pahlawan Nasional untuk Mr. Assaat dapat dianugerahkan oleh Presiden RI pada Hari Pahlawan 10 November mendatang.

Perjuangan ini kembali diintensifkan oleh IKB Pekanbaru. Muhammad Iqbal dan Lucy Sakura, anak dari Mr. Assaat, telah memberikan surat pernyataan kesediaan nama orang tuanya diperjuangkan menjadi Pahlawan Nasional. Muhammad Irfan, cucu dari pihak ibu Mr. Assaat, juga menyatakan kesediaan rumah peninggalan Acting Presiden RI di Kubang Putiah dijadikan museum nasional.

Delwizar, Walinagari Kubang Putiah, bersama KAN, Bamus, serta Bundo Kanduang Kubang Putiah, turut menyatakan dukungan penuh terhadap IKB Pekanbaru dalam memperjuangkan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.