Padang – Banjir bandang menerjang Sumatera Barat, menyebabkan puluhan warga terdampak, jalan terputus, dan jembatan roboh.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak seluruh pihak bersatu menghadapi musibah ini.
Sumatera Barat menjadi “etalase bencana hidrometeorologi” akibat cuaca ekstrem, kata Ketua Daerah Aliran Sungai Sumatera Barat, Prof Isril Berd.
Topografi curam dan berkurangnya tutupan hutan memperparah kondisi.
Prof Isril Berd menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, pengamat lingkungan, dan akademisi untuk membenahi Sumatera Barat.
Pembenahan dan pemulihan biofisik, termasuk penataan ruang berbasis kebencanaan, menjadi solusi yang ditawarkan.
Curah hujan tinggi, mencapai 5.000 mm/tahun, menuntut penyesuaian drainase yang mampu menampung volume air besar.











