Padang – Sepanjang tahun 2025, wilayah Sumatera Barat menunjukkan aktivitas seismik yang cukup tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Padang Panjang mencatat total 1.273 gempa bumi di wilayah tersebut.

Pihak BMKG menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan ini dipicu oleh aktivitas di zona subduksi dan sesar Sumatera. Informasi ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi BMKG pada Senin (5/1/2026). “Gempa tersebut terjadi akibat aktifitas di zona subduksi dan sesar Sumatera,” demikian pernyataan yang dikutip dari unggahan tersebut.

Lebih lanjut, BMKG merinci bahwa mayoritas gempa yang terjadi selama tahun 2025 memiliki magnitudo di bawah 3, menunjukkan frekuensi gempa kecil mendominasi aktivitas seismik di wilayah tersebut. Puncak aktivitas kegempaan terjadi pada bulan Oktober, dengan total 179 kejadian gempa bumi.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.