Padang – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di Sumatera Barat (Sumbar) masih mengalami kelangkaan pertalite dan solar hingga Rabu (12/11/2025). Masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut.
Pantauan pada Rabu (12/11/2025) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, menunjukkan satu SPBU di Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara kehabisan stok pertalite. Sementara di SPBU lain seperti di Maninjau, Lubuk Basung, dan Mangopoh, antrean panjang kendaraan terlihat mengular, dengan beberapa pengendara mengisi BBM menggunakan jeriken.
Joni, seorang pengendara, mengatakan bahwa beberapa hari terakhir ini sulit mendapatkan BBM. “Kalau tidak sabar, tentu tidak dapat BBM. Jadi harus sabar antri. Cuma, mengisi jeriken juga banyak,” terangnya. Ia menambahkan meskipun tersedia, pengendara harus sabar mengantre panjang di SPBU.
Kondisi serupa juga terpantau di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang pada Selasa (11/11/2025) siang. Di SPBU Taratak, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, pada Selasa pagi, stok BBM juga dilaporkan kosong, begitu pula di beberapa SPBU lainnya.
Sales Area Manager (SAM) Retail Sumbar Pertamina Patra Niaga, Fakhri Rizal Hasibuan, sebelumnya pada Minggu (9/11/2025) menjelaskan bahwa stok pertalite dan solar diperkirakan akan mencukupi untuk 12 hari ke depan. Ia mengatakan kelangkaan BBM di Sumbar disebabkan keterlambatan suplai ke Terminal Teluk Kabung.
Fakhri menambahkan kapal yang membawa pertalite sudah tiba di Terminal Teluk Kabung pada Kamis (6/11/2025), dan pertamax tiba pada Sabtu (8/11/2025) malam. “Jadi kondisi stok di Sumatera Barat dinyatakan aman. Masyarakat tidak perlu panik, karena proses kita melakukan recovery. Stok kami cukup untuk 12 hari kedepan untuk Pertalite dan Solar, Pertamax di atas delapan hari,” ujarnya pada Minggu (9/11/2025).










