Padang – Solidaritas warga Indonesia mengalir deras di tengah duka banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berbagai pihak, mulai dari warung makan hingga platform donasi, bahu membahu memberikan bantuan untuk jutaan warga terdampak bencana di Sumatera.

Salah satu inisiatif yang menarik perhatian adalah program makan gratis dari Warung Taburai, jaringan rumah makan milik komika Praz Teguh. Program ini ditujukan khusus bagi warga Sumatera yang tengah merantau.

Pelanggan cukup menunjukkan KTP Sumatera saat makan di tempat untuk dapat menikmati makan gratis. Program ini berlaku 2–4 Desember 2025 di seluruh outlet Taburai, kecuali Batam dan Tembesi. “Segera klaim makan gratismu,” tulis akun resmi @warung_taburai, Selasa (2/12/2025).

Warung makan tersebut ingin membantu sesama perantau yang mungkin kehilangan kabar keluarga atau akses pulang akibat bencana ini.

Jaringan ekspedisi JNE turut mengaktifkan pengiriman gratis untuk bantuan kemanusiaan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Warga di seluruh Indonesia dapat mengirimkan kebutuhan darurat seperti popok bayi, makanan bayi, obat-obatan, sembako, pakaian layak pakai, hingga selimut, dengan batas maksimal 10 kilogram.

Barang yang diterima akan disalurkan melalui posko JNE di tiga provinsi dan diteruskan kepada lembaga kemanusiaan setempat. Program pengiriman gratis ini berlaku 1–10 Desember 2025 dan bertujuan untuk ‘menghubungkan kebahagiaan’ di tengah krisis.

Penggalangan dana publik juga menunjukkan gelombang solidaritas yang besar. Inisiatif Malaka Project dan influencer Ferry Irwandi melalui platform Kitabisa berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp 10,3 miliar dalam 24 jam pertama, dengan partisipasi lebih dari 87 ribu orang. Ferry menyebut penggalangan dana ini sebagai salah satu penggalangan dana bencana terbesar dalam sejarah platform tersebut.

Melalui akun Instagram @irwandiferry, Ferry Irwandi melaporkan bahwa Rp 1 miliar pertama akan langsung disalurkan ke wilayah Aceh Tamiang yang disebut sebagai salah satu daerah paling terdampak dan masih terisolasi. Tim lapangan tengah berupaya menembus akses untuk memastikan bantuan sampai ke titik-titik yang sulit dijangkau.

Namun, di tengah arus bantuan yang masuk, situasi di Sumatera masih memprihatinkan. Data Geoportal Data Bencana Indonesia milik BNPB mencatat hingga 3 Desember 2025, korban meninggal mencapai 743 orang.

Selain itu, 630 jiwa dinyatakan hilang dan 2.600 jiwa luka-luka. Bencana ini berdampak pada 3,3 juta penduduk dari 50 kabupaten/kota, dengan rincian 1,5 juta penduduk Aceh, 1,7 juta penduduk Sumatera Utara, dan 141,8 ribu jiwa di Sumatera Barat.

Saat ini, 1,5 juta jiwa masih mengungsi di Aceh, 538,8 ribu jiwa mengungsi di Sumatera Utara, dan 106,2 ribu mengungsi di Sumatera Barat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.