Banda Aceh – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar mendeklarasikan komitmen untuk mencegah perundungan di sekolah. Ikrar ini berlangsung di Sentra Darussa’adah, Aceh Besar.
Seluruh warga sekolah berjanji menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bermartabat.
Kepala SRMA 1 Aceh Besar, Ilza Satriadi, menyebut ikrar ini sebagai langkah nyata mewujudkan sekolah ramah anak.
“Sekaligus menolak segala bentuk perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi,” tegasnya, Senin (8/9).
Kegiatan di halaman Sentra Darussa’adah ini melibatkan guru, siswa, dan tokoh masyarakat. Mereka menandatangani spanduk komitmen bersama.
Sekolah juga mengukuhkan siswa sebagai duta kampanye positif. Fadil Royan dan Afrilia Ufaira didapuk sebagai Duta Anti-Perundungan.
Fitraton Maulida dan Muhammad Ajir menjadi Duta Anti-Intoleransi. Sementara Muhammad Hafis dan Furi Mawarni mengemban tugas sebagai Duta Anti-Kekerasan Seksual.
“Para duta akan menyebarkan pesan positif sesuai ikrar,” jelas Ilza. Mereka diharapkan menjadi contoh dalam menjaga empati, solidaritas, dan menghormati perbedaan.
Sekolah Rakyat di Aceh Besar beroperasi di dua lokasi, yaitu Sentra Darussa’adah di Kecamatan Darul Imarah dan Kompleks SMA Unggul Ali Hasjmy di Indrapuri.











