Palembang – Sriwijaya FC, klub yang pernah berjaya di Liga Indonesia, kini terpuruk di dasar klasemen Championships 2025/2026 dan terancam turun kasta ke Liga Nusantara.

Laskar Wong Kito berada di posisi juru kunci, urutan ke-10 dari 10 peserta Grup 1. Mereka baru mengumpulkan dua poin dari 12 pertandingan yang telah dijalani.

Sriwijaya FC hanya mampu meraih dua hasil imbang, masing-masing melawan Persikad Depok (3-3) dan Sumsel United (1-1). Selebihnya, mereka menelan sepuluh kekalahan.

Kondisi ini membuat Sriwijaya FC terpaut delapan poin dari Persekat Tegal di peringkat sembilan dan 12 poin dari PSPS Pekanbaru yang berada di zona aman.

Rentetan hasil buruk ini diduga kuat akibat masalah internal klub, terutama masalah finansial dan penunggakan gaji yang sudah berlangsung sejak musim sebelumnya.

Situasi semakin pelik setelah lima pemain, yakni Eros Dermawan, Jechson Felix Tiwu, Vieri Donni, Dolli Gultom, dan Muhammad Rafif, memutuskan mundur menjelang laga kontra Persiraja Banda Aceh. Manajemen mengklaim pengunduran diri pemain sebagai bagian dari evaluasi.

Selain itu, beredar kabar bahwa Sriwijaya FC hanya membawa 16 pemain, dua pelatih, dan dua ofisial saat bertandang ke markas Persiraja. Tidak ada dokter tim yang mendampingi.

“Tidak ada official training malam ini karena baru 50% rombongan yang tiba, sisanya baru mendarat besok pagi akibat kehabisan tiket pesawat. Tidak ada dokter tim. Tidak ada persiapan ideal,” tulis akun Instagram @sfctalks.

Kondisi serba kekurangan ini berujung pada kekalahan telak 0-5 dari Persiraja, yang menjadi kekalahan kesepuluh bagi Sriwijaya FC musim ini.

Kondisi ini sangat kontras dengan sejarah gemilang Sriwijaya FC yang pernah menjuarai Liga Indonesia musim 2007/2008 dan 2011/2012. Mereka juga mencetak hattrick juara Copa Indonesia pada musim 2007/2008, 2008/2009, dan 2009/2010.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.