Jakarta – Pemerintah mengklaim program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berhasil menjaga harga beras tetap terjangkau dan stabil. Hingga Agustus 2025, penyaluran beras melalui program ini telah mencapai lebih dari 200 ribu ton.
Pemerintah terus berupaya memastikan pasokan beras mencukupi dan harga tetap terkendali di tingkat konsumen. Program SPHP menjadi salah satu upaya utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Distribusi beras SPHP dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk pasar tradisional, ritel modern, dan Koperasi Pedagang Merah Putih (Kopdes). Saluran-saluran ini menjadi ujung tombak penyaluran beras bersubsidi.
Pemerintah memastikan distribusi beras SPHP tepat sasaran. Kemasan beras tidak boleh dibuka atau dicampur, dan harga jual harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Untuk pengawasan, pemerintah menerapkan aplikasi Klik SPHP. Aplikasi ini digunakan untuk memantau distribusi dan mencegah penyimpangan dalam penyaluran beras SPHP.










