Solok – Sembilan pucuk pimpinan sekolah menengah atas dan kejuruan di wilayah Solok Raya mengalami perubahan setelah serah terima jabatan yang dilaksanakan di Aula SMKN 1 Lembah Gumanti, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menandai awal dari era baru kepemimpinan di bidang pendidikan di wilayah tersebut, dengan fokus utama pada penguatan karakter peserta didik.

Prosesi serah terima jabatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Riko Fernanda. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pelantikan kepala sekolah SMA/SMK/SLB oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansarullah, yang berlangsung di Istana Gubernur pada 12 Februari 2026.

Menurut Riko, percepatan serah terima jabatan ini bertujuan agar para kepala sekolah yang baru dilantik dapat segera menjalankan tugas di sekolah masing-masing. “Kami ingin kepala sekolah yang baru langsung mengawal persiapan, termasuk mengoptimalkan peran guru pembina agar program Pesantren Ramadhan berjalan maksimal,” ujarnya, menyoroti agenda Pesantren Ramadhan yang akan dimulai pada 23 Februari 2026.

Serah terima jabatan ini juga merupakan implementasi dari arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, yang menekankan pentingnya transisi kepemimpinan yang cepat dan efektif di seluruh sekolah.

Riko menegaskan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah estafet kepemimpinan yang membawa tanggung jawab besar. Ia berharap kepala sekolah yang baru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter siswa, dan membangun kolaborasi yang erat dengan seluruh elemen sekolah. “Di tengah tantangan zaman yang mempengaruhi mental dan perilaku generasi muda, sekolah menjadi benteng utama pembinaan karakter,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riko menjelaskan bahwa seluruh SMA/SMK di Sumatera Barat telah menjalankan empat kegiatan ekstrakurikuler wajib, yaitu Pramuka, Tahfiz Al-Qur’an, Wirid Remaja, dan Silek Tradisi Masuk Sekolah. Program-program ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa dan mencegah perilaku negatif seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba. “Dalam konteks itu, kemampuan manajerial kepala sekolah dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan program pendidikan dan pembinaan karakter di sekolah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Riko juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian sekolah-sekolah terhadap daerah yang terkena bencana. Aksi gotong royong yang melibatkan sekitar 2.000 guru, tenaga kependidikan, dan siswa SMA/SMK/SLB dari Kota dan Kabupaten Solok di Kecamatan Junjung Sirih menjadi bukti nyata solidaritas dan pendidikan karakter berbasis aksi sosial.

Dengan adanya serah terima jabatan ini, diharapkan kepemimpinan baru di SMA/SMK Solok Raya dapat membawa perubahan positif bagi peningkatan mutu pendidikan dan penguatan karakter generasi muda di Sumatera Barat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.