Padang Panjang – Kecelakaan tunggal yang berujung maut menimpa seorang pelajar di Jalan By Pass Bukit Surungan-Kacang Kayu, memicu sorotan terhadap kondisi infrastruktur jalan. Gilang Pratama, siswa SMKN 2 Padang Panjang, meregang nyawa setelah sepeda motornya mengalami kecelakaan di depan Mochi Cafe.

Kepolisian Resor Padang Panjang mengkonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada Senin (19/1) pagi. “Sesampainya di tempat kejadian, kendaraan yang dikendarai korban melindas jalan berlubang, sehingga hilang kendali dan terjatuh ke arah depan,” ungkap Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Pifzen Finot, menjelaskan kronologi kejadian.

Akibatnya, korban terpental dan tertabrak minibus Suzuki Ertiga BA 1685 NP yang dikemudikan Djoko Prasetyo. Gilang dinyatakan meninggal dunia di RSUD Padang Panjang akibat luka berat yang dideritanya. Finot menambahkan, “Meski korban kecelakaan awalnya karena sepeda motornya melindas lubang, namun mobil tersebut dan pengemudinya tetap kita amankan di Polres untuk dimintai keterangan.”

Peristiwa ini kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama setelah rekaman CCTV dari Mochi Cafe beredar. Meskipun sempat muncul spekulasi bahwa korban ditabrak mobil, polisi telah membantah dugaan tersebut.

Namun, perhatian warganet juga tertuju pada respons warga sekitar terhadap kejadian tersebut. Seorang netizen bernama Rita menyayangkan kurangnya pertolongan yang diberikan kepada korban. “Dilihat dari CCTV, banyak warga yang melintas di TKP, tapi tidak segera menolong korban. Padahal jaraknya dengan RSUD juga dekat,” ujarnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.